Sepercik Cerita Tentang Hong Kong

Standard

Di tulisan sebelum ini, saya melaporkan selayang pandang AIA Championship 2017 yang dilaksanakan di Hong Kong Football Club. Nah, rangkaian acaranya bukan cuma nonton bola doang, tapi tentu saja jalan-jalan ke beberapa tempat wisata di Hong Kong. Nanti saya cerita satu-satu ya. Yang jelas, mendapat kesempatan ke Hong Kong adalah satu hal yang bisa dibilang, impian jadi nyata; karena memang saya sudah suka membayangkan rupa negara ini sejak kecil, sejak Mama saya sering ngomel, “Duit dari Hong Kong???” kalo saya minta uang jajan. Haha! Kenapa harus Hong Kong? Saya juga kurang paham. #persoalan

Continue reading

AIA Championship 2017: Indonesia Juara di Hong Kong dan Siap Berlaga di London

Standard

Jumat, 3 Maret 2017 silam…

*HAH! LAMA BANGET BARU BIKIN LAPORAN SELAYANG PANDANG SEKARANG?*

*Ya maap! Banyak drama kehidupan yang harus hamba lewati, sodara-sodara.*

Lanjut.

Sejak jam 5 pagi kamar saya sudah dipenuhi bunyi telepon. Tanda pengingat bangun dari hotel. Saya menguap, berguling sejenak dan kembali meringkuk dalam gelungan selimut tebal yang menghangatkan jiwa tubuh. Satu jam kemudian, saya terjaga sepenuhnya. Segala penat pudar. Teman sekamar saya, Lukita dari Kompas, sudah selesai mandi dan sedang berdandan. Nggak lama saya pun juga rapi jali, berkaos bola nomor 23, bernama SASMITA. Kedua pipi saya bercat merah putih, warna bendera Indonesia. Topi warna serupa menghiasi kepala, dengan motif kotak-kotak yang sering digoda sebagai topi Kroasia.

Continue reading

#CeritaJamKosong #5 Kurang Piknik?

Standard

Sering ya, kita berkelakar macam “Aduh, kurang piknik nih!” ketika hidup rasanya udah penuh tekanan dan membosankan. Selalu si “piknik” ini yang disebut sebagai solusi dari segala stres yang ada.

Kebetulan, beberapa minggu terakhir saya merasa life has been too demanding that I feel like cloning myself so everyone can get a “me”. Yah, rupanya memang melelahkan kalo kita selalu jadi orang yang diandalkan, dan nggak mudah menolak permintaan. Kita lupa, kalo diri ini juga perlu diberi kelonggaran, diberi ruang untuk nggak mikir apa-apa, biar tetap waras.

Perlu piknik?

Continue reading

#CeritaJamKosong #4 Pengamen

Standard

Tadi siang di tengah angin dan rintik musim hujan, saya mendekati seorang laki-laki di halte Komdak Semanggi.

“Mas, maaf mau nanya. Tapi mohon jangan tersinggung ya,” kata saya memelas.

“Iya, ada apa?” Raut mukanya tegas, matanya juga.

“Mas ini pengamen atau kebetulan lagi bawa gitar aja?” Saya bertanya demikian karena gayanya nggak seperti pengamen kebanyakan. Rambutnya gondrong, tapi terawat dan potongannya rapi. Kaos hitam John Lennon dan jeans robek-robeknya bersih, tidak ada aroma keringat menyengat yang biasanya saya hirup dari pengamen jalanan.

Continue reading

Makan Romantis di KOI Kemang

Standard

Punya kantor yang buka 7 hari dalam seminggu bikin saya harus kerja di hari Minggu. Dan biasanya, karena Minggu pulang lebih cepat, suami suka jemput di stasiun sambil ngajak jalan-jalan naik motor. Nggak harus ada tujuan, sekedar keliling Depok aja. Tapi seringkali memang berakhir di tempat makan.

Continue reading

Lower Peirce Singapura: Alasan Untuk Kembali

Standard

Tahun lalu si Bebeb sempat pelatihan 2 bulan di Singapura. (Harusnya sih 3 bulan, tapi doi nggak betah kangen istri jadi minta diperpendek.) Begitu tau kalo tiket untuk kunjungan saya akan dibayarin kantornya, saya seneng banget dong. Ditambah lagi suami tinggal di hotel selama masa pelatihan itu, maka bayangan liburan menari-nari di depan mata.

Continue reading

#CeritaJamKosong #3 Pilihan

Standard

Saya lagi gemeteran. Senang dan bingung campur jadi satu. Akhir tahun kemarin saudara saya menang kuis Coca Cola yang hadiahnya ke Kuala Lumpur; karena boleh mengajak satu orang teman maka dia pun memilih saya untuk ikut. Saya tentu saja bersedia. Dokumen dan kelengkapan lain sudah dikirim juga ke pihak Coca Cola. Tak sabar menanti keberangkatan!

Continue reading

Musisi Lokal Yang (Mungkin) Belum Pernah Kamu Dengar Tapi Perlu Didengar

Standard

Di Facebook lagi rame wara-wiri status yang isinya “Beri tanda cinta untuk propinsi yang pernah kamu datangi” atau “Tulis sepuluh games berkesan sepanjang hidupmu” atau “Sebutkan lagu-lagu yang begitu mengena di hati” dan sebagainya, campur aduk dengan opini tentang ajang debat antar pasangan calon Gubernur DKI Jakarta di periode mendatang. Saya sebenernya tergoda ikut ngedaftar lagu-lagu yang penuh kenangan, cuma ah ntar ketauan lagi umurnya berapa. #menolaktua

Gimana kalo saya berbagi 5 nama band dan penyanyi Indonesia yang belum tenar secara nasional macam Nidji atau Sheila on 7 tapi rasa-rasanya wajib kamu coba dengar?

Continue reading