Hai! Masih seputar liburan di Bali nih. Kemarin saya udah cerita tentang hal-hal yang saya lakukan selama di Ubud. Nah, sekarang saya mau berbagi sedikit info tempat makan dan oleh-oleh di Kuta. Berhubung jadwal penerbangan pulangnya ada perubahan dari AirAsia, yang tadinya jam 1 siang jadi jam 4 sore, maka tersisalah waktu kosong 3 jam untuk saya dan Dini. Enaknya ngapain? Yuk lanjut baca!
Ngapain di Ubud Bali?
StandardKalian tipe pelancong seperti apa? Kalo saya termasuk tipe yang jor-joran di kunjungan perdana, dan santai di kunjungan berikutnya. Sebanyak mungkin tempat akan saya datangi jika itu pertama kali saya berlibur ke daerah tersebut. Selanjutnya jika ada kesempatan datang kembali, maka saya nggak banyak merencanakan mau ini mau itu.
Cucok lah ketika sohib saya Dini mau terbang ke Ubud Bali hanya karena alasan “Gue pengen rileks aja sih.” Iya, saya sendiri udah pernah ke Ubud, udah puas main di Hutan Monyet dan beberapa tempat wisata sekitar. Ajakan Dini untuk liburan kalem pun saya sambut baik.
The Moksha Ubud: Temukan Tenangmu
StandardHujan rintik-rintik menyambut kedatangan saya dan Dini di Ubud. Tergopoh-gopoh kami melewati sungai dan gang kecil, menepis butiran air yang turun dari langit. Di depan, koper kami ditenteng oleh seorang Bli dari penginapan yang kami pesan dua bulan lalu. Deras… Dan ketika langkah kami berhenti di pelataran The Moksha, hujan turun makin deras.
Saya dan Dini terdiam. Sedikit menggigil diterpa angin sore. Lalu decakan kagum keluar dari mulut kami berdua. Villa mungil yang dikelilingi sawah dan pepohonan itu dihiasi guratan warna-warni bunga, dan hujan yang mendera makin menyegarkan suasana. Moksha. Bermakna damai dan pencerahan. Di sinilah kami akan beristirahat selama dua hari ke depan.
[Terima Kasih Mass Market] Keranjang Dagang Nenek Muhaya
StandardAda taman kanak-kanak di halaman rumah Mami. Namanya TK Darma Bakti. Berdiri sejak tahun 1970-an, Darma Bakti menjadi sekolah anak pertama di lingkungan kami. Dan seperti sekolah pada umumnya, TK milik keluarga Mami ini juga punya “kantin”. Kenapa kantinnya berkutip? Karena memang tidak ada bangunan khusus, pelataran rumah lah yang menjadi lapaknya. Satu syarat utama, makanan yang dijual harus mengenyangkan. Bukan jajanan yang isinya angin doang.
Continue reading
Keliling Bali Bareng Bli Komang
StandardSaya kalo liburan cukup fleksibel. Mau naik pesawat, kereta api, angkot, jalan kaki… Apapun itu, ayo aja! Eh tapi, kalo liburan di Bali, paling enak naik motor atau mobil pribadi. Di sana kendaraan umumnya sedikit dan jarang. Lagipula tempat wisata Bali ada di mana-mana. Cuma menjelajah satu daerah? Sayang banget.
Dulu waktu pertama kali menginjakkan kaki di propinsi beribu kota Denpasar ini, saya dan si Bebeb sempet galau urusan transportasi. Sewa motor? Atau sewa mobil ya? Akhirnya setelah menimbang plus minus antara dua pilihan tadi, kami sepakat sewa mobil supaya terhindar dari nyasar, bisa mengunjungi lebih banyak tempat, dan nggak kehujanan.
Pondok Sari Hotel Bali: Murah dan Nyaman
StandardTidur di mana di Bali?
Sebagai tujuan wisata, banyak penginapan tersebar di Pulau Dewata. Nggak perlu khawatir lah yaw. Ada beragam fasilitas dan rate yang ditawarkan, tinggal pilih sesuai kantong. Saya pernah lho mendapat kamar untuk dua orang, kamar mandi ber-bathtub di daerah Seminyak hanya dengan Rp. 150,000 per malam; termasuk sarapan dan bahkan ada kolam renang juga. Wihiw!
Tanda Cinta Dari Inen
StandardSaya dikelilingi oleh orang-orang cerdas, kreatif dan penuh inspirasi. Mereka-mereka yang mengisi hidup bukan hanya dengan mencari uang tapi juga dengan menjalani apa yang mereka cintai.
Kak Inen, demikian salah satunya. Saya mengenal wanita mungil ini 8 tahun lalu, saat masih sama-sama anggota milis majalah Chic. Pertemanan kami pun berlanjut ke Facebook dengan beberapa kali kumpul bareng di acara-acara hits seperti liburan ke Bandung atau main sepakbola. Kak Inen juga berjasa mengepakkan karir mengajar saya lho. Lewatnya saya mendapat murid Korea untuk privat Bahasa Inggris.
Buku Alfabet Omar
StandardOmar udah 2 tahun. Keponakan saya ini makin hari makin pintar. Alhamdulillaaah perkembangannya sesuai dengan usia. Sekarang dia udah bisa diajak main “Sebut dan Tunjuk”. Biasanya saya memakai buku besar Winnie the Pooh yang ada di rumah. Ketika saya menyebut nama suatu benda di buku tersebut, Omar harus cepat-cepat menunjuk yang saya maksud. “Nih! Nih! Nih!” ramai keluar dari mulut mungilnya.
Ayo Selamatkan Bumi! #Green24
Standard
Kita selalu menempatkan ibu sebagai nomor satu, bagaimana dengan Ibu Pertiwi?
CEO AirAsia Tony Fernandes lewat #Green24 menantang kita untuk melakukan misi menyelamatkan Bumi, hal yang menurut saya perlu mendapat dukungan. Tanpa kita sadari, perbuatan remeh temeh di keseharian bisa berujung pada pemborosan dan kerusakan. Hal seperti… lupa mencabut charger henpon dari colokan, padahal sudah tidak digunakan. Kita tidak sadar, jika dalam sejam seluruh Jabodetabek melakukannya, maka ada 96,000 kWh energi terbuang yang sebenarnya cukup untuk menerangi 755 rumah!
Lucky Chicken Rice Pasar Puri Indah
StandardSaya suka makan nasi gurih. Kayak nasi uduk, nasi lemak dan nasi Hainan (nasi yang ditanak di kaldu ayam). Yang terakhir itu sayangnya nggak bisa sering-sering karena kudu ke restoran. Kalo nasi uduk kan banyak yang jual untuk sarapan. Hehe…
Batiba… (tiba-tiba!) Sohib saya si Daniel melakukan gebrakan cukup dahsyat dalam hidupnya. Dia buka tempat makan Nasi Ayam Hainan di Pasar Puri Indah. Sebagai teman, saya harus dukung.