Omar udah 2 tahun. Keponakan saya ini makin hari makin pintar. Alhamdulillaaah perkembangannya sesuai dengan usia. Sekarang dia udah bisa diajak main “Sebut dan Tunjuk”. Biasanya saya memakai buku besar Winnie the Pooh yang ada di rumah. Ketika saya menyebut nama suatu benda di buku tersebut, Omar harus cepat-cepat menunjuk yang saya maksud. “Nih! Nih! Nih!” ramai keluar dari mulut mungilnya.
Ayo Selamatkan Bumi! #Green24
Standard
Kita selalu menempatkan ibu sebagai nomor satu, bagaimana dengan Ibu Pertiwi?
CEO AirAsia Tony Fernandes lewat #Green24 menantang kita untuk melakukan misi menyelamatkan Bumi, hal yang menurut saya perlu mendapat dukungan. Tanpa kita sadari, perbuatan remeh temeh di keseharian bisa berujung pada pemborosan dan kerusakan. Hal seperti… lupa mencabut charger henpon dari colokan, padahal sudah tidak digunakan. Kita tidak sadar, jika dalam sejam seluruh Jabodetabek melakukannya, maka ada 96,000 kWh energi terbuang yang sebenarnya cukup untuk menerangi 755 rumah!
Lucky Chicken Rice Pasar Puri Indah
StandardSaya suka makan nasi gurih. Kayak nasi uduk, nasi lemak dan nasi Hainan (nasi yang ditanak di kaldu ayam). Yang terakhir itu sayangnya nggak bisa sering-sering karena kudu ke restoran. Kalo nasi uduk kan banyak yang jual untuk sarapan. Hehe…
Batiba… (tiba-tiba!) Sohib saya si Daniel melakukan gebrakan cukup dahsyat dalam hidupnya. Dia buka tempat makan Nasi Ayam Hainan di Pasar Puri Indah. Sebagai teman, saya harus dukung.
Internet, TV, Telepon? IndiHome!
StandardUpdate 5 April 2017:
Berakhirnya Drama dengan IndiHome
Seperti yang teman-teman tau, beberapa hari lalu saya sempat curhat panjang tentang pelayanan 147, @TelkomCare dan Plasa Telkom yang bertele-tele dan mengesalkan. Laporan saya akan tercabutnya internet dan tv kabel secara mendadak, tidak menemui solusi apa-apa.
Nah, untungnya niiih… the power of social media, saya berhasil dipertemukan dengan Mbak Ratih dari Telkom Gatot Subroto. Beliau sangat peduli dengan masalah yang saya hadapi karena katanya, “Ini kasus yang langka, tagihan tidak keluar namun pelayanan terus berjalan, lalu layanan tiba-tiba tercabut.” Dengan “gentlewoman” Mbak Ratih mengakui adanya kesalahan di sistem.
The Margo Hotel Depok
StandardAda apa sih di Depok? Begitu tau kalo saya lahir dan besar di Depok, orang-orang biasanya berkomentar:
“Oh yang ada Universitas Indonesia ya?” —Iyes. “Wah, lo Belanda Depok dong?” —Bukan, kakek saya Tole Iskandar aseli Jawa. “Kubah Emas tuh di Depok bukan sih?” —Ho oh!
Depok memang bukan kota spesial. Julukan tempat jin buang anak pun sempat melekat puluhan tahun lalu.
Continue reading
Oleh-Oleh Khas Medan
StandardKeluarga Papa saya keturunan Cina asal Medan. Almarhumah Popoh, sebutan untuk nenek, pandai membuat kue-kue khas kota Melayu Deli ini. Salah satunya kue Bika Ambon. Meskipun saya dan keluarga jarang datang ke Medan, tapi kalo ada kesempatan berkunjung, kami selalu pulang dengan bagasi dan tangan penuh oleh-oleh. Inilah yang jadi idola:
Nguber Suami Bersama Uber
StandardHari gini apa sih yang nggak ada untuk mempermudah hidup, terutama dengan majunya teknologi? Belanjaan sayur mayur aja bisa dikirim langsung ke rumah tanpa perlu kita repot dateng ke supermarket. Manggil ojek pun nggak perlu ke pangkalan, tinggal pesan lewat aplikasi di henpon. Mau berkunjung ke luar daerah dan cuma perlu sewa mobil sekali jalan? Ada Uber!
Bingungnya Memilih Kado
StandardAda seabrek perayaan di sepanjang tahun. Sebagian hanya perlu kata “Selamat!” tapi banyak juga yang begitu spesial sampai-sampai kita merasa harus memberi lebih dari sekedar ucapan. Saya sendiri termasuk suka ngasih hadiah (ciye!) dan ya, memang urusan beginian suka bikin bingung. Pengennya sih bisa memberikan sesuatu yang beda dan berguna supaya yang menerima juga bahagia. Buat kalian yang lagi bingung cari ide, inilah beberapa “ilmu” saya dalam hal memilih kado.
Cinta Dewasa
Standard
Waktu masih pacaran dulu, waktu hubungan belum sah suami istri, pegangan tangan aja udah bikin jantung berdebar. Giliran udah nikah, segala sesuatu nggak perlu malu-malu, maka getaran itu perlahan juga pudar. Cinta kita bukan sekedar cinta karena napsu belaka. Cinta kita udah memasuki wilayah yang lebih bijak. Cinta karena hal-hal yang lebih mendalam.
Generasi 90-an: Anak Kemaren Sore Yang Udah Gede
StandardMenurut survey buku Generasi 90-an, mereka yang kelahiran 1983 sampe 1995 ngaku sebagai anak 90-an sejati. Nah, gimana kalo anak-anak dari rentang usia tersebut ngumpul bareng? Pastinya seru, penuh nostalgia dan nggak nyangka, ternyata mereka yang dianggep anak kemaren sore udah pada tumbuh gede, bahagia di karirnya masing-masing yang nggak jauh dari bidang kreatif dan seni. Terima kasih Generasi 90-an udah buka pintu rumahnya buat kami main.
Continue reading