Hujan deras menerpa wilayah Jakarta Selatan malam ini. Saya tengkurap manis di atas tempat tidur yang terasa nyaman. Tirai jendela saya biarkan terbuka, memperjelas irama ketukan tetes air.
Bermula dari rencana anak-anak Mami, sebutan saya untuk almarhumah Nenek, yang mau merenovasi total langit-langit rumah beliau karena kondisinya yang mulai bolong-bolong. Maklum, selama lebih dari 50 tahun belum sempat ada peremajaan. Berbarengan dengan itu, saya mendapat jatah libur Natal dan Tahun Baru selama 10 hari, dan suami pun cuti. Kami berdua akhirnya sepakat untuk nginep di hotel selama renovasi dilakukan (kami memang menempati rumah tersebut). Bukan buat gaya atau gimana lho, tapi renovasinya ini bikin seisi rumah harus dikeluarkan termasuk bantal, guling, kasur dan kondisi berdebu bikin suasana nggak nyaman.
Continue reading