Tidak Harus (Selalu) Satu Jalur

Standard

12304547_10207914806778520_8494853815827805732_o

Jalan-jalan memang bukan hobi suami. Dia lebih menikmati waktu luang di kamar dengan gitar, memetik senar sambil mendendangkan lagu. Dia lebih suka memakai tabungannya untuk hal-hal yang bikin penampilan terlihat gaya. Waktu cuti dikumpulkan untuk bisa pulang ke Balikpapan dan berlibur lebih lama di kampung halaman.

Dihitung-hitung, hanya 4 kali dalam 4 tahun pernikahan kami piknik berdua. Bali, Nepal, Thailand dan Malaysia. Sudah itu saja. Itu pun semuanya saya yang mengatur. Dia tinggal nurut. Haha!

Continue reading

Terima Kasih

Standard

Sumber: http://icons.wunderground.com/data/wximagenew/s/shenandoah/1026-800.jpg

  • kontemplasi/kon·tem·pla·si/ /kontémplasi/ n renungan dan sebagainya dengan kebulatan pikiran atau perhatian penuh;

  • berkontemplasi/ber·kon·tem·pla·si/ v merenung dan berpikir dengan sepenuh perhatian

(Kamus Besar Bahasa Indonesia)

Dear Penguasa Langit,

Terima kasih atas hujan pagi ini, yang mengguyur Jakarta tepat setelah saya tiba di kantor, yang rintik-rintiknya menempa jendela kaca, berlatar langit kelabu dan sedikit kilat serta angin menderu. Terima kasih untuk kesunyian ini, yang memekakkan dan membuka waktu bagi saya untuk duduk dalam kontemplasi.

Continue reading

Sederhana, Namun Cinta

Standard

Hai! Seperti yang saya tulis di Facebook, Instagram dan Twitter, bulan November kemarin lumayan bermakna buat saya. Berturut-turut 17 November 2006 adalah tanggal di mana saya dan Yuswo resmi pacaran, 18 November 2010 pertama kali blog TerongGemuk dibuat dan 19 November 2011 pernikahan saya dan Yuswo berlangsung. Iseng-iseng, saya pun mengadakan kuis kecil yang hadiahnya beberapa kartu pos, produk Bath & Body Works dan voucher belanja di Alfa.

Continue reading

Ide Kreatif Pesta Nikah di Rumah

Standard

Pesta pernikahan sederhana yang dilaksanakan di rumah bisa banget dibikin menarik. Selain lebih ramah kantong, pastinya meninggalkan kesan unik. Seperti acara Farre-Farah tadi siang. Berlokasi di kediaman mempelai wanita, ada beberapa hal seru yang saya temukan.

1. Tidak Melulu Tentang Janur

Ternyata papan tulis kapur terlihat begitu unyu sebagai penyambut tamu. Bahkan bisa juga jadi daftar menu ala ala kafe. Berhubung tema yang diusung adalah hitam putih, maka janur pun dirasa kurang cucok karena warnanya yang kuning. Se-simple ituh.

Continue reading

Review Album Terbaru Justin Bieber: Purpose

Standard

Dua tahun. Dua tahun Justin Bieber istirahat dari hingar bingar konser dan lampu selebritis. Walaupun tingkat narsis dia masih tinggi, karena foto-fotonya masih berseliweran di Instagram, tapi selama itu pula kita-kita Beliebers dimakan rindu. Dan ibarat bisul yang ketika pecah justru di situlah si bisul sembuh, maka kerinduan Beliebers usai sudah tatkala tanggal 13 November yang lalu album Purpose pecah di pasaran iTunes.
Continue reading

The Legend Lives: Muay Thai Asik di Asiatique

Standard

Namanya Party. Perempuan tomboy yang menjaga sebuah booth di depan gerbang Asiatique the Riverfront, pasar malam pinggir sungai yang ramai oleh pengunjung toko, restoran dan beragam atraksi. Dia menghadiahi saya dan Yuswo satu kartu diskon untuk nonton Muay Thai, seni bela diri tangan kosong yang sudah ada sejak ribuan tahun lalu di Thailand. Itu memang malam terakhir kami di Bangkok. Dan untungnya Bangkok adalah kota wisata murah sehingga kami masih punya amunisi beberapa ribu Baht. Cukup lah untuk melihat aksi jagoan Muay Thai.

Continue reading

Menelusuri Bangkok di Malam Hari

Standard

“Abis ini kita kemana, Beb?” tanya suami.

Saya dan dia lagi sejenak santai di Siam Square, menanti hujan yang tak kunjung mereda. Hari pertama kami di Bangkok berhiaskan mendungnya langit. Saat itu kami sedang berlibur menggunakan tiket hadiah dari acara AirAsia Bloggers’ Community. Rejeki istri penyayang, dikasih 2 tiket pulang pergi. Saya pun memilih Bangkok karena suami hobi makan jajanan pinggir jalan. Bangkok kan memang surganya makanan!

Continue reading

Indonesia Comic Con 2015

Standard

Sohib-sohib saya memang satu kelakuan semua. Cuek, lepas dan penuh canda. We’re old, but we’re like ten. Kita bisa tiba-tiba muncul dengan ide naik kereta api anak di mall, meluncur ke Kemang cuma buat main monopoli, atau petantang petenteng masuk ke pertunjukan dinosaurus yang lagi-lagi, khusus bocah.

They say don’t let growing up destroy your inner child!

Continue reading

The 90s Festival: Menembus Masa Lalu

Standard

Kalo dibilang generasi 90-an susah move on dari zamannya, itu bener. Sekarang di umur yang udah bukan lagi muda, apa-apa pasti dibandingin dengan yang kita alami di era Pak Soeharto masih jadi Presiden. Mulai dari musik, tontonan, hobi, jajanan… Pokoknya yang gede di tahun 90-an merasa keren banget lah dengan masanya itu.

Continue reading