Selama ini kalo beli tiket pesawat, saking pengen murahnya, saya selalu melewati bagian pembelian asuransi. Saya pikir ngapain ah malah jadi mahal nanti tiketnya, dan rasanya saya nggak perlu-perlu amat sama hal itu. Andalan saya cuma satu: Berdoa semoga jangan terjadi apa-apa selama saya berlibur; baik kecelakaan, sakit atau pun kehilangan bagasi. Alhamdulillah selama ini memang perjalanan saya selalu lancar.
Toko Batu Itu
StandardSetelah kurang lebih 3 tahun berkantor di dalam Pondok Indah Mall, baru kemarin saya benar-benar memperhatikan etalase toko batu yang selalu tertutup itu. Hanya beberapa kali pula saya melihat toko batu itu buka, pun sepertinya hanya untuk beres-beres, bukan berdagang. Sempat saya heran dan sedikit bertanya-tanya, bukankah sewa tempat tetap harus dibayar?
AirAsia Bloggers’ Community 2015: Berburu dan Berpesta!
Standard“Hei!” sambut Mama dengan senyum mengembang malam itu, setibanya saya dari Soekarno Hatta. “Gimana acaranya? Seru?”
“Seru banget, parah. Bikin kangen, rasanya nggak pengen balik ke Indonesia. Ma, ogut menang tiket pesawat lho. Jalan-jalan gratis lagi!” cerocos saya dengan senyum yang nggak kalah mengembang.
AirAsia Free Seats!
StandardOkay I feel like hugging someone now. I feel like hugging… Mr. Tony Fernandes the man of AirAsia. I mean, really?? Just over a week ago AirAsia invited us to their Bloggers’ Community party in Bangkok. The excitement, the tingling butterfly feelings still remain and now they’re giving away free seats and all they ask is us to write a blog post??? I can’t believe this generosity, but here I am writing stuff that possibly takes me to India next year. *wobbling head*
Cuma Bisa Diam
StandardKadang saya geregetan. Pengen banget bisa nyinyir ke hal-hal yang salah. Tapi tampaknya saya terlalu penakut terutama karena yang salah itu orang tak dikenal; supir angkot atau pengunjung mall atau penumpang bis.
Misalnya kayak barusan. Si supir angkot minta si ibu bayar ongkos dua karena dia bawa anak dan anaknya gak dipangku. Padahal anaknya kecil banget, umur 3 tahun dan selama perjalanan itu toh angkot gak keisi penuh. Si ibu cuma bisa bilang “Ya ampun Bang…” dan pergi karena supirnya galak dan dia mungkin jadi jiper.
Sop Duren Lodaya
StandardDepok panas banget! Suami pengen minum yang dingin, saya pengen makan es krim. Biar sama-sama puas kami mampir deh ke Sop Duren Lodaya yang ada di perempatan Jl. Juanda Margonda, deretan Daniel Bakery, (dulu) ILP dan Martabak Istana. Begitu nyampe, bakal langsung liat lampu bulat hijau tajam-tajam yang mengingatkan saya akan punggung Bowser, musuhnya Mario Bros. Duduk manis, kami pun langsung diberi buku menu dan tanpa berlama-lama Sop Durian Lengkap dan Sop Durian Cendol pun jadi pilihan.
Nepal: Lukisan Tuhan di Dasar Mangkok
StandardKamis, 9 April 2015
Memasuki gerbang P10 Kuala Lumpur International Airport 2 menciptakan kekikukan tersendiri untuk saya. Penuhnya ruang tunggu tersebut didominasi 95% pria (yang saya yakin adalah ekspat India dan Nepal) dan saya tampaknya satu-satunya wanita berhijab di sini.
Restoran Berkat
StandardWarga Depok gak perlu jauh-jauh kalo mau makan mie ayam dan nasi goreng ala Bakmi GM. Tau kan kalo di samping Kober ada yang namanya Restoran Berkat? Udah lebih dari 20 tahun restoran ini jadi solusi perut lapar; harga terjangkau dengan porsi wow.
Bebek Tepi Sawah Ubud Bali – Pondok Indah Mall 2
StandardDua hari yang lalu saya, Mike dan Chris merasa pengen makan yang agak mewah sedikit. Kebetulan restoran Bebek Tepi Sawah Ubud Bali buka cabang di Restaurant Row Pondok Indah Mall 2. Kami pun menepi ke sana. Suasana temaram dengan alunan musik tradisional menyambut kedatangan kami. Para pelayan memberi salam dengan kedua tangan dinaikkan ke dahi seraya tersenyum ramah.
Fat Bubble
StandardMakin menjamur aja pilihan kuliner masyarakat Depok untuk bulan puasa nanti. Fat Bubble, salah satu tempat nongkrong baru yang letaknya di seberang Perumahan Pesona Khayangan. Kalo dari tampilan luar dan dalam bangunannya sih lucu, tapi gimana dengan rasanya?
