Folks Co-Gaming Space: Tempatnya Permainan Papan dan Kartu

Standard

Siapa yang nggak tau monopoli, ular tangga atau catur Jawa? Rasa-rasanya masa kecil tiap insan manusia di Indonesia pasti dibumbui pertarungan sengit melawan temen sendiri lewat drama permainan papan. Pernah main tepokan? Atau UNO? Iya, yang pake kartu bergambar itu. Seru ya kalo bisa main bareng temen. Emang sih buntutnya bisa emosi karena dikalahin, atau dicurangin. Tapi banyakan ketawanya, iya nggak?

Continue reading

Es Krim Cacing Balikpapan

Standard

“Ada tempat baru yang seru nggak di Balikpapan?” tanya saya ke Luthfi dan Novelia, dua keponakan suami, saat berlibur bulan lalu.

“Hmmm… Nggak tau, Tan. Tapi kata temenku ada es krim cacing.”

“Oh ya???” Mata saya terbelalak. *lebay* Kok sepertinya menarik ya?

Bermodalkan googling, akhirnya kami temukanlah kios yang menjual pencuci mulut inovatif ini.

Continue reading

Sepenggal Cerita Papa

Standard

Waktu makan malam tadi, ada yang beda di jemari Papa. Dari sekian banyak cincin batu yang suka gonta-ganti dipakainya, hari ini beliau memakai cincin bermata putih, nggak cantik seperti batu kebanyakan.

“Baru ya Pa?” tanya saya.

“Mana? Ini? Wah udah 44 tahun Papa punya,” jawabnya.

“Oh ya?? Batu apa?” Saya terkaget-kaget.

“Bukan batu. Ini gigi gajah.”

Continue reading

Jembatan Manggar Besar Balikpapan

Standard

Saya suka jembatan. Entah kenapa. Mungkin karena jembatan merupakan sesuatu yang cukup kental dengan masa kecil saya. Besar di Depok Lama, tahun 1990an dulu banyak sekali jembatan yang menghubungkan jalan raya dengan kampung-kampung. Apalagi daerah saya ada Sungai Ciliwung dan anak-anak sungainya. Jembatan dari jalinan bambu, jembatan kayu dengan besi-besi kuat, jembatan dari sekedar batang pohon tumbang…

Continue reading

What’s Up: The Next Level of Indomie

Standard

Jadi anak kuliahan itu nggak gampang. Apalagi kalo udah urusan uang. Terutama kalo Mama Papa kita ekonominya pas-pasan, udah deh uang jajan juga ikutan seadanya. Paling tiap bulan cuma dapet jatah ongkos atau bensin, makan sehari sekali di kantin kampus, ditambah pulsa -itupun cuma cukup buat paket data paling murah, makanya anak kuliahan demen banget nyari wifi gratis. Padahal kan anak kuliah juga perlu gaul, nongkrong, dan itu perlu duit.

Continue reading

I’ve Turned 30 and I’m No Longer Freaking Out

Standard

When I was 14 years old, I told my best friend that 14 was the best age and I wanted to stay 14. But then you just have to grow up. It’s natural. So I grew up. I turned 15. I turned 17. I was like “Well, life is still cool. I’ve got a crush on someone, I’m fangirling over hot boyband members, I have many good friends…” And then I turned 20. I turned 25. I was like “Not bad. I’ve got a job. I’ve got a boyfriend. Some terrible things happened but I learned my lesson. I’m more mature. I have more new friends…” But entering July 2015 wasn’t easy for me.

Continue reading

Pondok Indah Mall Live Dinosaurs

Standard

201507151559-page-001

Sudah beberapa hari ini saya mendengar suara menggelegar di jam-jam tertentu. Usut punya usut, rupanya itu adalah raungan pertunjukan dinosaurus yang ada di lantai dasar Pondok Indah Mall 2. Kata teman saya, bisa nonton gratis. Ngintip aja dari lantai 1. Saya pun menuruti saran dia. Walaupun tidak secara penuh, tapi saya bisa melihat keberadaan T-Rex dan Raptor dari sela-sela hiasan daun yang menyemarakkan arena pertunjukan. Lumayan… Hanya saja nggak puas!

Continue reading

[Review] Dia Adalah Dilanku Tahun 1990 (Dan 1991)

Standard

Semakin banyak hal yang kita raih, semakin tidak mudah kita dipuaskan…

Dalam hal membaca misalnya. Jaman saya masih jomblo, masih belum ada yang naksir, kemana-mana sendiri, maka membaca novel percintaan remaja terasa begitu menyenangkan. Mengkhayal punya pacar seperti tokoh di cerita menjadi pengisi relung hati yang kosong. #Asek

Continue reading