Musisi Lokal Yang (Mungkin) Belum Pernah Kamu Dengar Tapi Perlu Didengar

Standard

Di Facebook lagi rame wara-wiri status yang isinya “Beri tanda cinta untuk propinsi yang pernah kamu datangi” atau “Tulis sepuluh games berkesan sepanjang hidupmu” atau “Sebutkan lagu-lagu yang begitu mengena di hati” dan sebagainya, campur aduk dengan opini tentang ajang debat antar pasangan calon Gubernur DKI Jakarta di periode mendatang. Saya sebenernya tergoda ikut ngedaftar lagu-lagu yang penuh kenangan, cuma ah ntar ketauan lagi umurnya berapa. #menolaktua

Gimana kalo saya berbagi 5 nama band dan penyanyi Indonesia yang belum tenar secara nasional macam Nidji atau Sheila on 7 tapi rasa-rasanya wajib kamu coba dengar?

Continue reading

Quotes from “Me Before You”

Standard

I just finished reading a book. A book which is beautifully written by Jojo Moyes titled “Me Before You”. I bet many of you have seen the movie. So have I. The movie made me cry, and the novel did too.

You see, it’s usually a “well-functioned” person who motivates a cripple, but funnily in this story it’s the quadriplegic guy who actually changes someone’s life! Will Traynor can’t move most parts of his body. Despite his inability and bitterly sarcastic attitude, he makes Louisa Clark, his carer, do things beyond what she thinks is her limit. He is scored on my heart too for his witty and broadening character.

Continue reading

The Walking Dead Episode 1 Season 7 Bagi Jiwa Yang Rapuh

Standard

Oke, saya mau bilang, tulisan ini mengandung spoiler. Jadi kalo kamu belum nonton, mending kamu lewatin aja. Yang saya yakini,  penggemar The Walking Dead beneran pasti udah tau jalan ceritanya.

Sebelum lanjut, saya juga mau bilang, kalo semesta itu lucu. Kita bisa dibikin girang bukan kepalang, lalu mendadak… BUM! Kita nangis sesenggrukan. That what happened to me two days ago and yesterday. 

Continue reading

[Review] Milea: Suara dari Dilan

Standard

Bused! Saya sampe nggak sadar kalo belum sempat bikin ulasan tentang buku ini. Serius deh. Perasaan tuh udah sempet ditulis. *ah perasaan Dek Mita saja* Saya inget-inget, apa yang bikin saya lupa, eh rupanya (kayaknya) setelah Dilan ini langsung ada satu buku bagus yang saya baca, trus kebetulan lagi ada banyak ide untuk nulis novel, jadilah review buku Milea: Suara dari Dilan terlupakan.

Continue reading

Justin Bieber Live in Sentul 2011: Ketika Ribuan Bocah, Remaja dan Orangtua Menggila di My World Tour Indonesia

Standard

Siang menjelang sore lebih dari lima tahun silam, tepatnya Sabtu, 23 April 2011; jalan raya menuju Sentul Bogor dipadati mobil-mobil pribadi berisi orangtua yang geleng-geleng kepala melihat ketegangan dan raut semangat di wajah anak-anak mereka. Demi lelaki kurus berponi lempar, yang lagunya menggema di seantero dunia. Baby, baby, baby ohhh… Dan saya, berusia 25 tahun pada saat itu, pun asik ber-fangirling ria bersama Tasya, gadis mungil kelas 4 SD yang jauh-jauh datang dari Surabaya untuk menyaksikan Justin Bieber di konser bertajuk My World Tour.

Kalo kamu pikir membeli tiket konser cuma perlu modal uang, kamu salah. Lelah, amarah dan air mata terselip dalam perjuangan berburu selembar kertas untuk akses masuk ke dalam Sentul International Convention Center (SICC).

Continue reading

[Review] Harry Potter and The Cursed Child

Standard

Bam!

Baru halaman 18, saya sudah menutup kisah terbaru Harry Potter yang sedang saya baca. 18 halaman yang membawa imajinasi terbang, menjadikan saya tersenyum-senyum dan dada disesaki kerinduan. Lalu tersadar, semakin saya membaca, artinya kan semakin mendekati akhir cerita. Masih ada ratusan halaman tersisa, tapi saya nggak pengen buru-buru selesai. Ibarat makan kue Nastar enak, pengen diirit-irit biar lama abis.

Continue reading

Mengenalkan “Busy Book” Kepada Omar

Standard

Si Omar mulai susah dipisahkan dari gadget. Selalu minta nonton video Barongsai. Untuk bikin dia lupa sama handphone atau tablet, susah-susah gampang. Mesti saya yang niat mengalihkan, misalnya “Main balon air aaah…” sambil saya beneran melangkah ke dapur dan bikin campuran air dan sampo. Atau, “Eh, main baca-bacaan yuk!!” sambil saya baca buku keras-keras supaya dia penasaran.

Continue reading

[Review] Ransel Mini Keliling Dunia

Standard

Salah satu hal yang suka saya lakukan untuk memperbaiki kualitas menulis adalah dengan blogwalking alias mampir ke blog-blog dan membaca kisah yang para bloggers bagikan. Dari situ saya banyak belajar, karena saya suka menelaah *bahasanya!* gaya menulis dan penuturan mereka, sekaligus dapet banyak informasi menarik.

Backpackology Family Traveller menjadi blog yang beberapa kali saya intip. Mbak Olenka, si pemilik blog, banyak menulis tentang liburan bersama anak-anak dan suami. Kebetulan meski belum dikaruniai anak, saya punya keponakan yang rencananya akan saya ajak berlibur ke Singapura di bulan Oktober mendatang. Blog ini pun jadi referensi supaya Omar yang berusia 3 tahun bisa tetap nyaman selama perjalanan.

Continue reading

[Reply 1988] My First Korean Drama

Standard

Kalau nyokap malas masak karena sesorean nonton serial India Uttaran, maka  drama Korea patut disalahkan karena memalaskan jiwa menulis saya selama dua minggu. Reply 1988 sukses membuat saya terpaku depan layar, membiarkan emosi diobrak-abrik lewat jalan ceritanya.

Saya nggak inget kapan demam Korea mulai masuk Nusantara. Yang jelas, muka-muka bule yang biasa jadi idola, mulai tersisih oleh wajah oriental bermata sipit. Negeri Gingseng jadi omongan; lagu-lagunya terdengar di segala penjuru, DVD film dan serial TV bajakannya laku keras, resep Kimchi-Kimbab-Ramyeon bertebaran, kosmetiknya jadi incaran, les Bahasa Korea dibanjiri pendaftar dan Korea Selatan sendiri pun jadi tujuan wisata hits. Semua mendadak Korea.

Termasuk saya!

Continue reading

SuperDidi: Karena Jadi Ayah Itu, Seru!

Standard

Vino G. Bastian, aktor yang selalu terlihat mempesona tanpa perlu berusaha keras alias memang sudah ganteng dari sononya, terbukti memiliki kemampuan akting serba bisa. Mulai dari peran lelaki penyuka salon di film 30 Hari Mencari Cinta, berlanjut jadi remaja begajulan di Catatan Akhir Sekolah, pria pemberontak di Toba Dreams, dan yang terakhir dan sedang tayang, Vino ditantang bermain sebagai bapak dari 2 anak perempuan.

*****

Continue reading