Kakek Pembawa Botol Ajaib Untuk Tim Nasional Garuda

Standard

Ada-ada aja kejadian di bis P.54 yang biasa nganter saya kerja. Seperti 2 hari lalu, Rabu tanggal 29 Desember 2010. Hari dimana Tim Nasional Indonesia akan bertanding di putaran kedua final Piala AFF melawan Malaysia. Sebelumnya di putaran pertama Indonesia udah kalah 3-0 dan harus menang minimal 3-0 juga di Stadion Utama Gelora Bung Karno (selanjutnya disingkat SUGBK). Banyak yang pesimis dan banyak yang juga yang yakin kita bisa seperti Liverpool di Final Liga Champion 2005. Dimana Liverpool tertinggal 3-0 di babak pertama tapi akhirnya bisa menyamakan kedudukan.

Continue reading

(Dugaan) Permainan Tiket Final AFF Oleh PSSI

Standard

Beberapa hari yang lalu saya sempat menulis surat pembaca di Kompasiana. http://olahraga.kompasiana.com/bola/2010/12/24/mau-dukung-timnas-kok-susah/

Tulisan ini saya tujukan untuk PSSI dan LOC atas keputusan tidak cerdas mengenai penukaran e-ticket (tiket elektronik) final AFF Indonesia-Malaysia.

Sungguh aneh kalau membeli promo murah e-ticket pesawat justru jauh lebih mudah daripada membeli VIP e-ticket pertandingan di Gelora Bung Karno. Untuk apa disediakan layanan pembelian online kalau memang kami harus datang lagi ke stadion untuk menukarkan voucher dengan tiket?? Padahal sebelumnya hanya dengan bukti print ber-barcode kami bisa melenggang masuk.

Koreksi jika saya salah, jumlah tiket VIP Barat dan Timur totalnya ada 6200 lembar, dan berapa loket penukaran yang tersedia untuk VIP ini? Hanya SATU. Ribuan penukar tiket VIP hanya akan dilayani oleh satu loket dan parahnya, voucher tidak dapat ditukar pada hari pertandingan (Rabu, 29 Desember 2010). Bagaimana dengan penonton dari luar kota? Apa mereka harus sudah di Jakarta sehari sebelumnya? Menyulitkan sekali.

Saya yakin, orang-orang PSSI dan LOC adalah orang-orang berpendidikan. Cara pikir pun harusnya bisa lebih cerdas dong. Atau… Apa ini strategi bisnis? Supaya ada dana tambahan dikucurkan untuk mencetak tiket-tiket VIP itu dan membuka peluang korupsi?

Saya harap penukaran e-ticket ini batal diberlakukan! Sekian.

Continue reading

Secret Santa

Standard

Di kantor ada acara untuk menyambut Natal. Namanya Secret Santa. Jadi nanti tiap staff harus ambil satu nama secara acak. Trus kita harus kasih hadiah Natal seharga minimal Rp. 100,000 untuk nama yang kita dapat. Saya sih nggak merayakan Natal, tapi saya senang aja kalo bisa ikut berbagi.

Nama yang saya dapat Benny, dia ini bagian Educational Consultant yang tugasnya mencari orang yang bakal beli kontrak belajar di Wall Street. Karena itulah saya kasih dia hadiah Lucky Cat atau kucing keberuntungan. Itu tuuuh… Kucing yang tangannya goyang seakan manggil pelanggan untuk mendekat.

Continue reading

Basah atau Kering?

Standard

Obrolan suatu hari di dalam Speaking Center Wall Street Central Park antara saya dan Kevin.

Saya: “Kep, Kep, lo kalo pipis bisa pake tisu doang nggak?”

Kevin: “Bisa, kenapa?”

Saya: “Nggak aneh? Gue nggak bisa lho. Gue pernah nahan pipis dari Brastagi ke Medan karena toilet di hotel tempat gue nginep cuma sediain tisu.”

Continue reading

Jangan Sampai Saya Ter-Campak-Kan

Standard

Seminggu yang lalu adik saya Budhy mengeluh ini itu. Katanya, “Cuma bisa bengong, badan demam, mau ngapa-ngapain males, tidur kebangun tiap satu jam…” Dan mendadak muncul ruam-ruam merah di sekujur badannya. Awalnya kami sekeluarga pikir itu alergi karena kalo kena air, dia gatal-gatal. Tapi ternyata, dia kena penyakit Campak! Dan ini cukup membingungkan. Sekali kena Campak, katanya sih untuk pertama dan terakhir alias nggak bakal kena lagi. Tapi Papa saya berkeras adik saya dulu waktu kecil pernah kena Campak. Saya jadi bertanya-tanya, jangan-jangan Papa saya salah. Jangan-jangan dulu adik saya cuma sekedar keringet buntet aja.

Continue reading

Bahaya Tidur di Bis Kota

Standard

Kisah ini terjadi kemarin pagi menjelang siang. Seperti biasa jam 9.30 saya sudah sampai di Terminal Depok untuk naik bis P54 menuju Grogol. Saya duduk di sisi kanan (tepatnya baris kelima), bagian yang paling panas di jam tersebut. Agak sial memang, karena sisi kiri sudah dipenuhi orang-orang yang sepertinya juga tau kalo sisi kanan bukan tempat nyaman di bis non-AC, apalagi jika akan menempuh perjalanan panjang. Tapi semua memang ada hikmahnya… Kemarin saya melihat kejadian yang membuat saya harus lebih berhati-hati.

Continue reading

Because We Are CP! Champion! Period!

Standard

Ini salah satu keriuhan Wall Street Central Park di acara Helloween

Ahhhh…. Saya bahagia sekali rasanya! Biar saya ceritakan dengan alur yang berurutan.

Beberapa bulan lalu di Wall Street Institute (selanjutnya disebut WSI) , ada semacam kegiatan bernama Entrepreneurial Xperience (selanjutnya disebut EX). Jadi nih, murid-murid WSI kudu rajin ikut kelas dan kegiatan yang nantinya akan dapat semacam stempel di buku bernama Baoling Book. Setelah 3 bulan, buku Baoling itu bakal dikumpulin, diitung poinnya dan murid yang lolos 100 besar bakal disuruh bikin laporan wawancara dengan seseorang di bidang wirausaha.

Continue reading

Tentang Bis Depok-Grogol P54

Standard

Update! Saat ini satu-satunya angkutan dari Terminal Depok menuju Grogol adalah bis Tranjabodetabek warna biru, tarif Rp. 9,000 dengan jalur melewati Tol Cijago, PGC dan Cawang. (Desember 2015)

===

Saya ingin  sedikit bercerita tentang hal yang lumayan lucu. Ini terjadi kemarin pagi. Sejak Subuh Depok diguyur hujan. Dan menurut beberapa info di Twitter, daerah tempat saya bekerja, Grogol, juga hujan. Feeling saya langsung nggak enak. Kalo kondisi matahari bersinar aja perjalanan harus ditempuh selama hampir 2 jam, gimana kalo dari Depok sampe Grogol hujan? Alhasil saya pun sedikit bergegas untuk menghindari keterlambatan.

Continue reading

Asal Muasal Terong Gemuk

Standard

Kenal The Annoying Orange? Saya sendiri nggak tau apakah ini serial TV atau sekedar video pendek berseri. Awalnya saya lihat status Facebook seseorang yang isinya: “Hey, Apple!” Lalu beberapa hari kemudian di kantor, ada murid yang kebetulan pake baju warna merah dan tanpa sadar saya sapa, “Hey, Apple!”

Nggak disangka, dia membalas saya dengan kata-kata, “Hey, Orange!”

Continue reading