Baru beberapa tahun belakangan saya mengetahui kalau Om Jemi, sepupu Papa yang tinggal di Bandung, punya kedai mie ayam. Namanya Lomie 61. Dan usut punya usut, kedai Lomie 61 ini ternyata tempat makan mie yang sudah puluhan tahun ada di Jalan Kalipah Apo No. 73, tepat sebelah Gang Siti. Iya sih, saya ingat waktu kecil pernah menginap di rumah saudara Papa di Bandung, tapi nampaknya saya masih terlalu kecil untuk tau bahwa mereka punya usaha dagang mie.
Cuanki Serayu Bandung Sudah Tidak Lagi Jalan Kaki
StandardDi perjalanan kami menuju Padma Hotel Bandung, ada pertanyaan acak keluar dari mulut suami.
“Cuanki tuh khas Bandung kan ya? Itu apaan Beb?”
“Itu kayak bakso gitu Beb, warna putih. Bakso ikan kali ya.” Saya menjawab berdasarkan pengalaman saja, karena pernah membeli bakso cuanki di abang-abang, dan isinya cuma bakso kecil-kecil warna putih. Lalu dengan sotoy, saya bilang cuanki itu nama kotak-katik kata ikan encu, cu dari encu, anki dari ikan. Jadi bakso cuanki itu bakso yang terbuat dari ikan encu. BOK! Padahal emang ada ya ikan encu? Sok tau sedunia banget.
Satu Pagi di Bandung
StandardDan Bandung bagiku bukan cuma masalah geografis, lebih jauh dari itu melibatkan perasaan, yang bersamaku ketika sunyi. -Pidi Baiq
Jika selewat Subuh hari itu saya ngotot minta diantar suami ke daerah Jalan Asia Afrika Bandung, merelakan berpisah dari kenyamanan tempat tidur Padma Hotel dan gelungan lengan si Bebeb, tentu bukan tanpa alasan. Tentu bukan HANYA karena ingin berfoto di dinding bertuliskan kutipan dari penulis yang bukunya laku keras itu. Memang, saya mengidolakan Pidi Baiq sekali karena karya Dilan dan Milea-nya, tapi lebih dari itu, tulisan Pidi Baiq membawa ingatan lari jauh ke belakang.
Pengalaman Menginap di Padma Hotel Bandung
Standard“Beb, kita nikah tanggal berapa?” tanya suami malam itu. Angka, bulan, dan tahun saya sebut sebagai jawaban.
“Kalo jadiannya?”
“17 November. Kenapa emang?” saya balik nanya.
Si Bebeb sejenak diam sambil membuka kalender di hape. Lalu katanya, “Pas nih Beb, tanggal segitu nginep di hotel kita bulan madu dulu yuk. Ngerayain hari jadian. Sekalian ulang tahun pernikahan, kan beda dua hari aja.”
“Emang yakin bisa?” tanya saya males-malesan. Bukan apa-apa yak, udah sering banget rencana liburan kami berdua gagal karena panggilan tugas kantor si Bebeb yang mendadak. Tahun lalu aja saya sampe harus ke Surabaya sendiri, padahal tiket pesawat, hotel, dan mobil sewaan untuk kami berdua udah dibayar.
Eleven Years of Togetherness
StandardBeing in a relationship with my husband for 11 years has taught me a lot. That it is always better to have someone you’re still comfortable with even in the most uncomfortable period, than someone that sends great sparks… ’cause sparks disappear.
There are many friendships last forever because they accept each other for both the good and bad sides. But funny, when it’s about our romantic partner, we tend to wish they’d be perfect while nobody is perfect.
Biar Nge-Blog Jadi Mudah, Ini Tips-nya!
StandardMood saya lagi jelek banget hari ini. Harusnya ya, besok saya dan suami pergi ke Bandung untuk merayakan ulang tahun pernikahan kami yang ke-enam. Mendadak dong dua hari yang lalu doi SMS: Beb, aku masih di Selat Bali, kapalnya baru bersandar Jumat. Kamu ke Bandung sendirian ya, aku usahakan nyusul nanti dari Cilacap.
Ih langsung dada sesak trus air mata pun bergulir. Harus kusandarkan ke mana rasa kecewa ini, Beb? Udah lama banget sejak kita bisa liburan berdua tanpa gangguan, dan sekarang masa kamar hotel yang kece itu harus daku nikmati sendiri?
Nge-Blog Itu Tidak Mudah
StandardHai gaesss!! *dibaca dengan nada ala-ala pembuka vlog kids zaman now*
Berhubung sebulan terakhir ini lagi nggak banyak jalan, bahkan wisata kuliner pun nggak karena si Bebeb ke laut mulu, kali ini saya mau berbagi hal-hal seputar dunia nge-blog khusus untuk kamu yang kepengen bikin blog tapi belum jadi-jadi, atau sudah bikin tapi masih nggak tau mau dibawa kemana hubungan kita tulisannya.
#CeritaJamKosong #10 Gelas
StandardWaktu suami saya pulang dinas dari Amerika, salah satu oleh-oleh yang dibawanya adalah gelas Starbucks bertuliskan New York City dengan dominasi warna hitam putih.
“Ini buat Bebeb,” katanya ke saya.
Tapi saya protes. Kenapa kok bukan tumbler Starbucks aja yang untuk saya? Atau gelas Starbucks lain yang juga dibawanya, yang menurut saya lebih menarik daripada gelas Starbucks hitam putih itu.
4 Kuliner Wajib di Balikpapan
StandardDari kemarin nulis tentang Balikpapan mulu? Iya nih! Oleh-oleh cerita dari liburan saya di kampung halaman suami awal Agustus lalu. Hehe… Kali ini saya mau membahas tentang beberapa kuliner yang selalu saya sambangi tiap kali ke Kota Minyak. Sama seperti kamu-kamu, yang namanya mencoba kuliner lokal pasti selalu masuk agenda wajib liburan kan?
Kafe Gemes: Yellow Duck Cafe Balikpapan
StandardSepuluh tahun yang lalu, jaman keponakan suami saya masih kecil-kecil, gampang banget kalo dioleh-olehin. Mainan, alat tulis, baju… banyak tersedia. Sekarang mereka udah besar dan sebagai tante saya pun bingung mau bawain apa ketika berkunjung ke kampung halaman suami di Balikpapan. Mainan, mereka udah nggak pengen lagi. Ya kalopun mau, yang diminta Lego. Cukup bikin bokek. Alat tulis? Duh buat mereka penghapus harum dengan beragam bentuk lucu udah bukan hal yang seru. Baju? Masing-masing punya selera sendiri dan udah susah juga mengira-ngira ukuran mereka.