Sejak bekerja di Jakarta, melihat senja adalah hal yang langka. Kebetulan jam kerja saya dimulai pukul 12 siang dan selesai jam 9 malam. Pulang-pulang langit sudah gelap gulita. Tapi pernah, satu waktu jam mengajar saya selesai pukul 17.30. Begitu sampai di luar kantor, saya terpana sejenak. Warna sore, dengan matahari yang mulai turun, menjadi pemandangan yang terasa begitu luar biasa. Sekian lama tidak melihat senja, senja jadi terasa begitu mempesona. Saya sampai duduk di kursi halte, menunggu senja hilang dan digantikan langit kelam.
Superego Bicara Single Baru dan Rekomendasi Band Kalimantan Timur
StandardMembeli Udara.
Adalah judul single terbaru band asal Balikpapan, Superego, yang rilis 20 September 2017. Lewat aplikasi Rottentank (wadah untuk mendengar lagu-lagu berlabel indie di Asia Tenggara) yang tersedia di App Store dan Play Store, penikmat musik silakan sedot gratis karya terbaru Superego yang diharapkan bisa menyaingi album teranyar Noah yang rilis di minggu yang sama.
Happiness Kitchen & Coffee: Memang Bikin Happy
StandardKalo diliat-liat, kayaknya trend soal kuliner udah banyak berubah. Kalo dulu, orang lebih suka ke mall untuk makan di luar, karena di sana semacam one stop shopping, playing, relaxing, and eating. Cukup ke satu tempat udah bisa belanja, main, nyantai, dan makan. Sekarang? Ya masih kayak gitu, cuma untuk urusan perut, orang udah mau bela-belain dateng ke tempat makan yang lokasinya mungkin kurang strategis, demi membuktikan kelezatan sajian yang ada dan… berburu foto cantik karena desain restoran yang Instagrammable.
Kerennya Airbus A320 AirAsia Ber-Livery Indonesia
StandardKemarin Subuh saya harusnya ada di dalam pesawat AirAsia menuju Kuala Lumpur, liburan dua hari bermodalkan tiket seharga Rp. 270,000 PP yang saya dapat dari promo. Tapi, berhubung revisi skripsi saya belum rampung, sedangkan batas akhir pengumpulan tinggal satu minggu, dengan berat hati saya putuskan untuk batal ke Negeri Jiran. Daripada nggak tenang ye kan.
#CeritaJamKosong #9 Drama Sidang Skripsi
Standard“Kamu besok sidang. Emang belum tau?”
Begitu isi pesan dari dosen pembimbing, yang serta merta bikin saya spontan mengeluarkan satu kata sumpah serapah dalam Bahasa Inggris. Langsung saya balas dengan kalimat:
“Hah? Belum Bu. Bu Ulfa bilang jadwal sidang saya belum keluar Bu. Hahaha… Bu, saya panik nih. Duh, pengen nangis.”
Hiruk Pikuk Red Square Moskow
StandardBerpisah dengan Kazan bukan perkara mudah. Terlalu banyak kenangan, terlalu banyak teman yang harus ditinggalkan. Selepas acara perpisahan untuk para relawan Piala Konfederasi FIFA 2017, saya tiba di asrama jam 3 pagi. Langit sudah terang, seperti jam 7 pagi di Indonesia. Saya memutuskan untuk langsung ke bandara meski pesawat saya baru jam 8 nanti. Berat… Dan saya sama sekali nggak mengucapkan selamat tinggal kepada teman-teman satu lantai asrama karena saya pasti akan nangis.
Blue Lake, Danau Cermin di Kazan
StandardKalau boleh memilih kemampuan super power, saya ingin bisa berkelana ke masa lampau. Waktu kecil saya sangat menikmati karangan Enid Blyton, kisah-kisah tentang para bocah Inggris yang mainnya ke hutan, ladang bunga, sungai dan danau. Kebanyakan kisah beliau ditulis tahun 1920-an sampai 1970-an, bikin saya berangan bisa berada di masa tersebut, berpetualang bersama anak-anak di buku cerita.
Portraits of a Town: Jejak Islam di Bolgar
StandardBerbicara tentang jalan-jalan, ada beberapa negara yang ingin saya kunjungi karena alasan remeh temeh. Irlandia misalnya, selain karena ini adalah negara asal Westlife (band favorit saya waktu SMP), saya juga pengen menatap lapangan rumput hijau nan luas di pedesaan Irlandia. Kanada, obviously where Justin Bieber was born, tapi saya juga ingin bermobil jauh selama beberapa hari, sambil menikmati jalan panjang tak berujung. Lalu Amerika, tepatnya Georgia, bukan hanya karena di sana tempat syuting serial zombies The Walking Dead, saya pun kepincut sisi-sisi jalan sepinya yang ditumbuhi bunga liar.
Pesona Kremlin Kazan
StandardTujuan wisata paling utama di Kazan adalah satu kompleks berisi bangunan-bangunan bersejarah yang dikelilingi dinding tinggi, tebal dan putih. Kremlin namanya. Nama yang tidak asing bukan? Dulu saya pikir Kremlin hanya ada di Moskow, karena nonton film Mission Impossible yang Ghost Protocol. Ternyata kata “kremlin” itu sendiri artinya “benteng” dan ada banyak benteng di Rusia, salah satunya Kremlin di Kazan, tempat yang paling sering saya kunjungi selama tiga minggu menjadi relawan Piala Konfederasi FIFA di sana, selain stadion tentunya.
Kazan Yang Kurindukan
Standard“Why did you choose Kazan?” adalah pertanyaan yang lumayan sering dilontarkan ke saya oleh para relawan asal Rusia. Dan jawaban saya biasanya cukup simple, “Google.”
Dari awal saya memang tidak mau memilih Moskow atau Saint Petersburg. Dua nama yang padahal begitu populer, tapi saya yang memang bukan city girl sama sekali tidak tertarik. Rasanya ingin mencoba kota berbeda.