Mengingat Mama berarti mengingat betapa berbeda hubungan ibu-anak yang kami punya dibanding dengan ibu-anak lainnya. Kalau teman-teman saya bisa begitu alami memeluk, mencium dan berkata sayang ke ibunda masing-masing, tidak begitu adanya dengan saya dan Mama. Meski berwajah mirip, kami merupakan pribadi yang berseberangan, terutama pola pikir.
Sungguh kami jarang sekali akur. Terutama di masa remaja saya, kami hampir selalu beradu argumen, berbantahan, tidak saling sapa. Mungkin Mama saat itu merasakan sulitnya membesarkan seorang anak perempuan, tanpa Papa yang sedang bekerja di Amerika.
