4 Hidangan Fish & Co. Yang Bisa Kamu Coba

Standard

Temen saya abis kena musibah. Dia makan di salah satu restoran di mall besar trus setelah setengah porsi tumis kacang panjang abis, muncul lah ulat-ulat dari tumisan tersebut. Horor! Dia posting fotonya di Facebook sumpah geli banget. Saya juga pernah punya pengalaman nggak enak gitu sih, tapi restorannya beda. Lagi makan Aglio Olio di Fish & Co. Pondok Indah Mall 2, eh taunya ada kuku manusia dong (yakali kuku macan) lengkap dengan tahi kukunya. Ya Allah!! Waktu saya komplain, dibilang semua yang saya pesan gratis! Eh tapi… Aglio Olio-nya nggak dibikinin lagi. Lah! Sejak saat itu saya nggak pernah lagi makan di Fish & Co. PIM 2, tapi kalo di cabang lain… masih! Hahaha… Gimana ya, saya suka banget sama beberapa masakannya sih. Nih, ada 4 hidangan yang bisa kamu coba!

Continue reading

Diradja Hotel by Zen Rooms

Standard

Ini kali kedua saya memesan kamar lewat ZEN Rooms. Setelah sebelumnya saya menginap di Sunshine Family Homestay Sidoarjo (review boleh cek di sini ya!), Minggu siang kemarin saya dan suami mencoba Diradja Hotel di Jakarta Selatan. Selain karena dapat potongan harga, saya pribadi kembali mempercayakan ZEN Rooms karena akomodasi murah yang ada di jaringan mereka ternyata diaudit secara khusus. Berbeda dengan website jasa pemesanan hotel lain, yang semua jenis hotel ada mulai dari rating sangat rendah sampai sangat tinggi, dan bikin kita harus sedikit hati-hati memilih mulai dari lihat nilai sampai cek komentar; hotel budget yang ada di jaringan ZEN Rooms memiliki kualitas sebelas dua belas. Jadi nih, kalo saya puas menginap di Sunshine Family Homestay, maka bisa dipastikan saya pun puas dengan Diradja Hotel, atau hotel-hotel lain yang ZEN Rooms sediakan.

Continue reading

Menjadi Penumpang Pesawat Yang Baik

Standard

Papa saya termasuk orang yang taat aturan. Hal kecil saja, adik saya nggak diizinkan punya motor dan SIM sebelum usianya cukup secara hukum. Belajar motor silakan, tapi jangan harap bisa ke jalanan, cukup di lapangan. Mungkin karena itu, saya sering terbawa ketaatan yang beliau lakukan, meski kadang malah jadi orang yang “digalakin” karena berusaha mengingatkan. Ada dua kejadian yang saya ingat betul, dan keduanya berhubungan dengan mematikan telepon genggam di dalam pesawat terbang.

Continue reading

Kesegaran Baru Kiyora: Strawberry dan Hazelnut Milk Tea

Standard

Beberapa tahun belakangan ini, teh susu udah jadi semacam minuman nge-trend di kalangan kaum urban. Bahkan ya, berdasarkan satu riset internal kepada sekitar 1,000 responden, diketahui bahwa lebih dari setengahnya mengonsumi teh susu di sela kegiatan padat mereka dengan alasan bikin rileks dan membangkitkan semangat! Wah, berarti antrian panjang di kios teh susu itu isinya orang-orang yang lagi penat dan suasana hatinya lagi nggak asik! Haha…

Continue reading

Marc’s Kitchen: Online Restaurant with Western and Eastern Food

Standard

Hai! Hari kedua kerja setelah libur panjang Idul Fitri nih. Mohon maaf lahir dan batin ya kepada pembaca TerongGemuk. Kali aja ada tulisan saya yang menyakiti dan menyinggung perasaan. Nah, berhubung udah 2 minggu saya nggak nulis apa-apa di blog, secara liburan Lebaran enaknya dipake buat bermalas-malasan, kali ini saya balik lagi dengan ulasan tentang restoran online bernama Marc’s Kitchen.

Continue reading

Cetaphil Gentle Skin Cleanser: Tetap Cantik di Saat Cuaca Terik

Standard

Urusan kecantikan, saya tipe wanita dari #TeamPerawatanKulit. Saya lebih suka membelanjakan uang untuk sekedar pembersih muka, pelembab dan tabir surya. Kalo #TeamKosmetik hobi mencoba beragam produk mulai dari bedak, lipstik, pensil alis, eyeliner, maskara, blush-on, eye shadow (you name it!), maka saya terlarut dalam perjalanan panjang menemukan jodoh untuk si kulit wajah.

Continue reading

Bandara Juanda Bukan di Surabaya

Standard

Bila emosi mengalahkan logika, terbukti banyakan ruginya kan?

Lho, kok malah mengutip film Ada Apa Dengan Cinta? Sebentar, sebagai pembuka, saya mau curhat dulu nih tentang kejadian memalukan yang saya alami di bandara. Yang ogah boleh skip ke paragraf 6. Hoho… Jadi sebelum masuk bulan puasa kemarin, saya dan suami berencana wisata kuliner di Surabaya. Cuti sudah disetujui; tiket pesawat, hotel dan mobil sudah siap menemani liburan kami yang hanya satu malam. Tetiba, klien suami minta dia terbang ke Natuna. Mulai bete dong… Suami saya nolak, tapi dipaksa-paksa. Solusi sama-sama menang pun diambil. Suami tetep ke laut, tapi minta pulang sehari sebelum kami ke Surabaya, dan si klien pun menyetujui.

Continue reading

Es Krim Zangrandi: Kenikmatan Klasik

Standard

Kalau berlibur di Surabaya, Es Krim Zangrandi merupakan salah satu objek wisata kuliner yang jangan sampai terlewatkan. Apalagi kota Surabaya begitu panas, maka cocoklah menikmati sajian dingin setelah makan siang atau saat dahaga perlu dihapus.

Pertama kali melihat restoran tempat dijualnya Es Krim Zangrandi, ingatan membawa saya ke tahun-tahun saat saya masih kecil. Ya, bangunan tersebut bergaya arsitektur tempo dulu. Nuansa Belanda begitu terasa, seperti rumah yang saya singgahi saat diajak Nenek main ke tempat temannya. Sayang sekarang sudah tidak ada, rata dengan tanah dan berubah menjadi ruko atau pertokoan.

Continue reading

Sunshine Family Homestay by ZEN Rooms

Standard

Mbak Mita jadi ke Surabaya? Bisa pake kode promo aku nih untuk pesan kamar dari ZEN Rooms. Lumayan potongannya Rp. 100,000.

Wey hati pun berseru senang. Tawaran dari Mbak Nurul saya sambut dengan baik. Detik itu juga langsung saya meluncur ke www.zenrooms.com/id  dan mencari persediaan kamar yang ada. Mengingat saya hanya menginap satu malam dan paginya sudah harus naik pesawat jam 8, saya pun memilih lokasi yang terdekat dengan bandara. Dari harga Rp. 240,000 per malam saya cukup membayar Rp. 140,000 saja. Alhamdulillaaah rejeki dari temen blogger hits.

Continue reading

Liburan Cuma Sehari di Surabaya? Bisa!

Standard

Tau nggak, kota apa saja di Indonesia yang namanya menjadi judul lagu? Bandung? Iya. Apa lagi? Sabang dan Merauke? Betul. Yang lain? Surabaya? Oh YES! Dulu waktu saya sekolah dasar, saya lumayan jadi pentolan band pengiring upacara bendera. Sebagai pemain pianika, bersama teman-teman lain saya banyak berlatih lagu-lagu perjuangan tiap minggu. Salah satunya berlirik:

Surabaya, Surabaya, oh Surabaya… Kota kenangan, kota kenangan takkan terlupa. Di sanalah, di sanalah, di Surabaya… Pertama lah, tuk yang pertama, kami berjumpa. Kuteringat masa yang telah lalu… S’ribu insan, s’ribu hati berpadu satu. Surabaya di tahun empat lima, kami berjuang, kami berjuang bertaruh nyawa.

Continue reading