What Do You Mean?

Standard

Setelah hampir 2 tahun nggak manggung dan nggak ngeluarin album, Justin Bieber muncul dengan single berjudul “What Do You Mean?”. Sebagai seorang Belieber, saya gembira! Well, emang sih Justin beberapa kali bikin lagu sejak 2013. Tapi itu kayak proyek main-main doang. Sedangkan untuk lagu yang “What Do You Mean?” ini, merupakan awal dari peluncuran album terbarunya November nanti.

Continue reading

Ragam Kutipan

Standard

Tiap hari, begitu banyak status terpampang, mengungkapkan perasaan dan kisah si empunya status. Saya suka mempelajari apa yang teman-teman Facebook saya tulis. Lewat status yang begitu sederhana, terselip pesan dan wejangan, yang membuat saya berpikir, merasa ikut dinasehati, mendapat ilmu yang bisa diterapkan untuk terus belajar jadi bijaksana. Karena hidup sebagai manusia itu rumit…

Continue reading

AirAsia BIG Fixed Points

Standard

Sebagai maskapai penerbangan yang selalu ingin berinovasi dan memberikan kemudahan bagi pelanggannya, AirAsia kini muncul dengan program loyalitas AirAsia BIG Fixed Points, dimana kita bisa memperoleh tiket AirAsia secara gratis dengan menukarkan poin BIG berdasarkan waktu tempuh penerbangan. Fixed yang berarti tetap, memudahkan pelanggan untuk mengetahui berapa poin yang diperlukan untuk penerbangan yang dimau. Contoh, untuk semua penerbangan berjarak tempuh 1-2 jam, pelanggan membutuhkan 6,500 BIG Points. Lebih mudah daripada mengira-ngira jarak dalam kilometer kan? 😉

Continue reading

De’ Tjantiek: Asiknya Lulur di Rumah

Standard

Saya bukan tipe wanita yang hobi menghabiskan waktu di salon. 4 tahun lalu adalah terakhir kalinya saya nyalon seharian. Yah… Sekedar ritual sebelum nikah. Kalo untuk sekedar pijat dan lulur semata, saya lumayan suka. Tapi sayang saya pemalas. Membayangkan harus nunggu antrian, lepas baju, dipijat dilulur di tempat tidur yang mungkin kurang nyaman, bilas, ganti baju, kembali ke rumah… Aduh ribet banget.
Continue reading

Folks Co-Gaming Space: Tempatnya Permainan Papan dan Kartu

Standard

Siapa yang nggak tau monopoli, ular tangga atau catur Jawa? Rasa-rasanya masa kecil tiap insan manusia di Indonesia pasti dibumbui pertarungan sengit melawan temen sendiri lewat drama permainan papan. Pernah main tepokan? Atau UNO? Iya, yang pake kartu bergambar itu. Seru ya kalo bisa main bareng temen. Emang sih buntutnya bisa emosi karena dikalahin, atau dicurangin. Tapi banyakan ketawanya, iya nggak?

Continue reading

Es Krim Cacing Balikpapan

Standard

“Ada tempat baru yang seru nggak di Balikpapan?” tanya saya ke Luthfi dan Novelia, dua keponakan suami, saat berlibur bulan lalu.

“Hmmm… Nggak tau, Tan. Tapi kata temenku ada es krim cacing.”

“Oh ya???” Mata saya terbelalak. *lebay* Kok sepertinya menarik ya?

Bermodalkan googling, akhirnya kami temukanlah kios yang menjual pencuci mulut inovatif ini.

Continue reading

Sepenggal Cerita Papa

Standard

Waktu makan malam tadi, ada yang beda di jemari Papa. Dari sekian banyak cincin batu yang suka gonta-ganti dipakainya, hari ini beliau memakai cincin bermata putih, nggak cantik seperti batu kebanyakan.

“Baru ya Pa?” tanya saya.

“Mana? Ini? Wah udah 44 tahun Papa punya,” jawabnya.

“Oh ya?? Batu apa?” Saya terkaget-kaget.

“Bukan batu. Ini gigi gajah.”

Continue reading

Jembatan Manggar Besar Balikpapan

Standard

Saya suka jembatan. Entah kenapa. Mungkin karena jembatan merupakan sesuatu yang cukup kental dengan masa kecil saya. Besar di Depok Lama, tahun 1990an dulu banyak sekali jembatan yang menghubungkan jalan raya dengan kampung-kampung. Apalagi daerah saya ada Sungai Ciliwung dan anak-anak sungainya. Jembatan dari jalinan bambu, jembatan kayu dengan besi-besi kuat, jembatan dari sekedar batang pohon tumbang…

Continue reading

What’s Up: The Next Level of Indomie

Standard

Jadi anak kuliahan itu nggak gampang. Apalagi kalo udah urusan uang. Terutama kalo Mama Papa kita ekonominya pas-pasan, udah deh uang jajan juga ikutan seadanya. Paling tiap bulan cuma dapet jatah ongkos atau bensin, makan sehari sekali di kantin kampus, ditambah pulsa -itupun cuma cukup buat paket data paling murah, makanya anak kuliahan demen banget nyari wifi gratis. Padahal kan anak kuliah juga perlu gaul, nongkrong, dan itu perlu duit.

Continue reading