Setiap manusia ada untuk mewujudkan mimpi-mimpi manusia yang lain. Seorang guru sekolah dasar mewujudkan mimpi murid-muridnya untuk bisa membaca, menulis dan berhitung. Seorang kakek pensiunan mewujudkan keinginan cucu kecilnya untuk jalan-jalan keliling kota dengan mobil tua yang dikendarainya. Seorang tukang sampah mewujudkan harapan satu kompleks perumahan akan lingkungan yang bersih. Begitu pun dengan Orville dan Wilbur, ketika lebih dari seratus tahun yang lalu mereka membangun pesawat terbang pertama, kedua kakak beradik ini menjadi pionir terwujudnya mimpi manusia untuk bisa mengunjungi tiap belahan dunia.
Madu Mongso Dari Mbah
StandardSuami saya masih mempunyai seorang Mbah. Walaupun di usia rentanya beliau sudah tidak sanggup berjalan dan harus dipapah, sudah sedikit pikun; Mbah masih bisa diajak berbincang-bincang seperti biasa. Saya mengenal beliau sejak jaman masih pacaran dengan suami, sekitar tahun 2007. Saya pikir, beliau tidaklah terlalu memperhatikan saya. Dalam arti, saya kan memang bukan orang Balikpapan (kampung halaman suami), bertemu beliau pun paling hanya setahun sekali. Tapi ternyata, saya dibuatnya terharu.
Kalah
StandardSejak pertama mengenal bola, tim nasional yang selalu saya dukung adalah Argentina. Hanya itu. Tidak ada tim favorit kedua. Jika mereka keluar dari kompetisi, ya sudah, saya tidak mencari tim lain untuk saya bela. Sisa pertandingan saya tonton hanya sekedar untuk memanjakan mata.
Tahun ini adalah Piala Dunia ke-6 yang saya kenal. Sejak awal kompetisi, tidak sekalipun saya berharap tinggi untuk Argentina mengingat selama 5 Piala Dunia terakhir, rekor tertinggi mereka hanya sampai perempat final. Namun begitu mereka lolos dari penyisihan grup dan saya melihat-lihat sisa lawan yang ada, muncul keyakinan cukup besar mereka bisa menjadi juara. Swiss, Belgia, Belanda pun berhasil dikalahkan sampai akhirnya dini hari tadi mereka berhadapan dengan Jerman di final.
On Air Bareng Prambors
StandardSenin pagi udah seru aja. Pas lagi mantengin timeline Twitter, radio Prambors 102.2 FM nanya ada nggak hal atau benda yang menurut kawula muda bisa bawa hoki. Langsung lah saya jawab: Kalo ke Dunia Fantasi, yang pertama kali wajib dinaikin itu Komidi Puter. Kalo nggak, sepanjang hari bakal dapet antrian panjang di permainan-permainan lain.
Inggris Adalah Ambisi, 21 Tahun Mimpi
StandardDear Mister Potato,
Halo Mister! Apa kabar? Kalo saya disini gemuk-gemuk saja. Akhirnya ya, saya memberanikan diri juga untuk nulis ini ke Mister. *salto* Berawal dari twit akun @KartuPos ber-hashtag #InggrisGratis tanggal 1 Mei silam, saya langsung meluncur untuk baca syarat dan ketentuannya. Wow! Tajir banget si Mister mau biayain ke Inggris cuma karena mengarang bebas. *mata belo*
Ironis
StandardBeberapa orang yang saya kenal banyak bikin status tentang program TV yang menurut mereka “sampah” dan tidak mendidik. Pendapat dan komentar mereka cukup pedas. Lucunya, ketika mereka mengetahui bahwa saya tidak menyukai beberapa film box office dengan alasan “Ceritanya nggak masuk akal, cuma jual animasi aja. Robot segede gitu buat menyelamatkan dunia? Mereka bertarung aja dunia udah hancur berantakan.” atau “Gue nggak suka, sebentar-sebentar berantem. Udah gitu karakternya kaku, bikin ngantuk.” mereka bisa-bisanya menganggap saya aneh dan berkata, “Kalo nonton film mah nikmatin aja, gak usah dipikirin sampe kejauhan.”
Curhat Telat: Konser Justin Bieber Believe Tour Singapura
StandardKemarin malam saya gak sengaja nemu tweet dari @JustinBieberID. Terlepas dari saya nge-fans banget sama Justin, sebenernya saya gak terlalu minat untuk gabung di fandom (fanatic kingdom/domain) tertentu, karena udah bukan umurnya kali ya. Haha… Kalo jaman sekolah dulu demen Westlife, gabung dengan fans club itu wajib banget! Namun, setelah mengetahui kalo ini adalah akun Twitter terbesar untuk Beliebers Indonesia, tanpa ragu-ragu saya follow. Dan berhubung @JustinBieberID mau ngadain kumpul-kumpul dengan Beliebers yang (setelah saya baca) kayaknya bakal seru, gede, gak asal-asalan, saya kudu update dong dengan infonya. Plus, satu alasan lainnya, yang ngurus akun ini namanya Ribka lahiran tahun 1990, jadi saya yakin dia Belieber yang bijaksana. Haha… Ya kan saya dulu juga demen Justin di umur 24 tahun (usia Ribka sekarang) jadi saya yakin dia pengurus yang cukup dewasa yang bisa meredam Beliebers yang lebih muda kalo mulai ada perang “sending hate” antar fandom.
Menjelang Akhir Tahun Ajaran
StandardTadi pagi ketika mengajar Bahasa Inggris di TK Darma Bakti, ada satu kejadian yang cukup menyentuh. Seperti biasa kalau saya masuk kelas, murid-murid akan lari menghampiri lalu menyalami. Begitu juga ketika kelas berakhir, mereka akan mencium tangan saya.
3 murid lelaki saya, Biandra, Davin dan Rasya merengek, “Kak, gendooong…” Mendengar permintaan itu saya hanya berkata, “Wah berat! Kan sudah mau masuk SD. Kak Lian nggak kuat.” Tapi mereka tetap merengek sampai akhirnya berhenti karena bel pulang berbunyi.
Berdebat Dan Berita
StandardSewaktu SMA saya bersama Nurul dan Yulinda pernah ikut lomba debat dalam Bahasa Inggris di Universitas Bina Nusantara. Kami kalah ketika mendapat topik tentang terorisme. Pertama, kami mendapat posisi untuk mendukung topik tersebut. Kedua, pembicara cowok dari tim lawan kece banget saya jadi lumayan terpesona.
Bukan!!
Singkong Goreng Renyah
Standard
Ternyata si abang gorengan nggak bohong! Cara bikin singkong goreng yang lembut di dalam renyah di luar:
1. Potong-potong singkong ukuran sedang.
2. Goreng singkong mentah sampe kecoklatan (hampir matang, jadi masih ada putih-putih juga).
3. Rendam di air dingin (air es) berbumbu garam, kaldu bubuk, bawang putih cincang dan baking powder sampai merekah (selama 15 menit). Pastikan air dinginnya banyak sampai singkongnya tenggelam.
4. Goreng kembali sampai matang.