Makaroni Schotel

Standard

IMG_20140304_140507Sesekali bikin yang gurih-gurih kayaknya boleh juga nih.

Yang diperlukan:
– 150 gram makaroni, rebus, tiriskan
– 1 kaleng kornet sapi (kurang lebih 200 gram)
– 4 siung bawang putih, rajang halus
– 2 sendok makan terigu
– 1 sendok makan mentega
– 1/4 sendok teh lada bubuk
– 1/2 sendok teh garam
– 1/2 sendok teh kaldu sapi bubuk
– 250 ml susu cair
– 4 butir telur, kocok lepas
– 100 gram keju parut

Continue reading

Choco Chip Cookies

Standard

1800423_10202564386542726_427882004_n

Berhubung sisa bahan di rumah berbau-bau coklat, saya jadi mikir apa lagi yang bisa saya buat selain Nutella Cake di 2 tulisan sebelumnya. Lalu saya inget dengan teman di Wall Street dulu, Rafika Shibly, yang pinter bikin choco chip cookies. Setelah melihat resep-resep yang banyak tersedia di Google, saya pun mulai eksekusi.

Continue reading

Cheese Cookies

Standard

1976958_10202559344576680_1666595680_n

Ini gampang banget dibuat. Anti gagal, dan rasanya juga seenak Kastengel. Saya nyontek resepnya Reni Rama Relda. Dia buat untuk cemilan anaknya yang berumur 9+ bulan, makanya resep aslinya pake mentega tanpa digarami (unsalted butter). Kalo saya sendiri bikinnya pake mentega Blueband. Berhubung oven saya kecil banget, loyangnya aja cuma ukuran 23 cm x 20 cm, makanya takaran resepnya juga sedikit, untuk 15 keping cookies aja.

Continue reading

Dimulainya Petualangan Bikin Kue

Standard

Dunia kue dan masakan nggak asing buat saya. Mama saya pintar memasak. Sejak beliau 3 SD, Mami (sebutan saya untuk Nenek dari pihak Mama) sudah mempercayakan urusan dapur ke beliau. Jadi nggak heran kalau Mama masak, beliau nggak perlu pake takaran seperti di resep-resep. Semuanya menggunakan takaran perasaan dan ajaibnya selalu pas. Mami sendiri adalah pembuat kue yang handal. Dapurnya seringkali wangi aroma mentega dan adonan. Waktu kecil, saya selalu diizinkan menjilati sisa adonan kue bolu yang menempel di spatula.

Continue reading

Menonton Hidangan

Standard

2 hari terakhir ini bawaannya pengen makan kue melulu gara-gara lagi keranjingan nonton Cupcake Wars dan Masterchef Australia di channels Indovision. Sungguh-sungguh menggugah selera!! Kagak nahan! Cupcakes-nya lucu sekaligus elegan dan yang paling penting, rasanya unik. Ada daging karamel, coklat pedas sampe rasa sereh!! Di mana ya bisa nemu kayak gitu? Kalo Masterchef sih saya lebih suka geregetnya ngeliat mereka ngadu potong kentang, ayam sampai bikin kue dan masakan yang susah macam daging buaya. Hahaha…

Continue reading

Ber-Mellow-Mellow

Standard

Karena sekolah saya di Puncak libur, saya jadi punya banyak waktu untuk beres-beres kamar. Alkisah ditemukanlah buku harian jaman saya sekolah dulu. Dari SMP sampai kuliah. Wah! Saya seperti dibawa lewat mesin waktu.

Benar adanya kalo dibilang masa sekolah itu adalah masa terindah. Dari apa yang saya tulis, dunia saya di masa itu sangat warna warni, tiap harinya berbeda kisah. Senang, sedih, marah, bosan, benci, takut, panik, semua perasaan ada. Saya beberapa kali terkaget-kaget tak percaya ketika membaca saya pernah berantem waktu SMP atau betapa bahagianya saya karena jalan bareng dengan cinta monyet saya kala SMA.

Continue reading

Band Cewek Bernama Captain O

Standard

Saya lumayan bisa main alat musik. Waktu SD, suling recorder dan pianika adalah keahlian saya. Setiap Senin, kalo bukan giliran jadi Pemimpin Upacara, saya pasti masuk tim pianika yang memainkan lagu-lagu kebangsaan. Saat SMP, saya mencoba main drum karena om saya buka studio musik, yang menjadikan saya bisa latihan tiap hari.

Kesempatan untuk bergabung dengan grup band terjadi ketika saya mengenyam pendidikan di SMU Negeri I, sekolah terbaik di Depok pada masa itu. Citra, Yayuk dan Titiek lah yang membentuk Captain O. Captain yang dimaksud adalah ketiga nama yang saya sebut tadi, karena mereka lah yang jadi pendiri, sedangkan si O adalah saya karena badan saya bulat seperti huruf O.

Continue reading

Nonton Bareng Film Justin Bieber: Believe

Standard

Hari terakhir di tahun 2013 kemarin saya habiskan dengan, salah satunya, nonton film terbaru Justin Bieber di bioskop! Akhirnya ya, setelah menunggu dan berharap cemas, film semi dokumenter dan semi konser ini tayang juga di Indonesia. Walaupun Depok belum kebagian, saya rela-relain ke Jakarta menerjang kemacetan demi melihat idola tersayang. Rencananya sih harus jadi penonton di jam tayang paling pertama… Apa daya tiketnya udah terjual habis dan harus nunggu jam berikutnya. 😦

Continue reading

Sampai Jumpa Lagi, Dean!

Standard

Di tempat kursus Bahasa Inggris tempat saya bekerja dulu, saya lumayan dekat dengan beberapa pengajar bule yang ada. Salah satunya bernama Dean Rogers. Beberapa dari staff dan murid mengatakan mereka kurang nyaman dengan suaranya yang keras, bawelnya, candaannya yang menyindir dan ketegasannya dalam mengajar. Sungguh aneh! Karena buat saya dia sangat menyenangkan. Saya sangat menyukai berteman dengan dia. Setipe dengan saya, Dean bukan orang yang mudah sakit hati. Kami bisa saling melempar sindiran dan makian tapi entah kenapa kami tahu itu hanyalah guyon belaka. Saya dan dia hobi ngobrol, dan saya rasa kami berdua cerewet tapi juga merupakan pendengar yang baik untuk masing-masing. Dean juga memiliki banyak sekali kosakata dan pengetahuan Bahasa Inggris sehingga dia menjadi orang yang saya andalkan ketika saya kesulitan membuat suatu padanan kalimat yang baik. Kepribadiannya ramah dan sangat hangat.

Continue reading