Saya memanggil bapaknya Papa saya dengan sebutan Kungkung. Dulu beliau tinggal di Medan. Kala berkunjung ke Depok, saya dan adik saya selalu dibuatnya senang karena Kungkung pandai membuat permainan dan senang mentraktir kami jajan.
Lalu, Kungkung pindah, tinggal di Amerika bersama tante dan om saya yang memang menetap dan bekerja di sana. Beliau mengirimi saya surat ketika saya duduk di Sekolah Dasar. Tertulis: Untuk cucuku tersayang Mita Julian Sasmita. Harusnya “Yulian”, tapi Kungkung menggunakan ejaan lama.