Saya khawatir saya mulai pikun… Saya ini kan punya komitmen khusus ya sama TerongGemuk, yaitu harus menulis minimal satu tulisan tiap bulan. Tapi di dua tahun terakhir, saya udah tiga kali lupa nulis dan bulan lalu adalah yang keempat! Astaga. Sebenernya sih, nggak buruk-buruk amat karena selama 11 tahun nge-blog saya nggak pernah alpa, tapi tetep aja ada rasa-rasa nggak enak gitu. Apalagi, bulan lalu itu saya lupanya tanpa alasan jelas. Orang lagi bulan puasa, saya juga pengangguran, harusnya saya kan punya banyak sekali waktu santai. Huh!
Continue readingIndonesia Batal Jadi Tuan Rumah FIFA U-20 World Cup 2023!
StandardSeraya mengetik di blog, telepon genggam saya banjir pesan. Sekilas saya lihat datangnya dari WhatsApp dan Instagram. Saya tau apa isi dari pesan-pesan tersebut, tapi saya tidak akan membalas sebelum menyelesaikan tulisan ini.
Saya akan memulai dengan sedikit mundur ke belakang. Sejak pulang dari Qatar sebagai relawan di Piala Dunia 2022, ada hal seru lain yang menanti. Hal yang juga berhubungan dengan sepakbola. Ya, Indonesia menjadi tuan rumah FIFA U-20 World Cup 2023! Berbekal pengalaman menjadi relawan Piala Dunia di Rusia dan Qatar, saya pun rajin sekali mem-posting info seputar menjadi relawan FIFA. Yang lebih bikin saya girang, saya diminta untuk menjadi Pioneer Volunteer di Piala Dunia U-20. Tugas saya adalah mewawancarai kandidat-kandidat yang akan terlibat menjadi relawan di turnamen tersebut. Tentu, ini merupakan kesempatan yang tidak saya sia-siakan. Saya bahkan rela cuti untuk bisa mengisi jadwal-jadwal wawancara baik di Jakarta, Palembang, dan online.
Continue readingMenuju FIFA U-20 World Cup Indonesia 2023: Wawancara Jadi Relawan FIFA!
StandardKalian sebel nggak sih? Padahal saya janjinya mau cerita di Instagram stories, tapi ternyata malah nulis di blog? Maap ya maap! Setelah menimbang-nimbang, kayaknya lebih bermanfaat cerita di sini karena lebih permanen. Siapa tau bisa ditemukan dari hasil Googling, atau kalo ada yang nanya, saya tinggal kasih tautan doang, dan… biar budaya membaca juga tetep terjaga gitu. Tsah.
Ternyata, antusiasme yang pengen terlibat di FIFA U-20 World Cup Indonesia 2023 tuh tinggi banget. Kalian yang udah kirim pesan ke saya lewat Instagram dan email, nggak puas kalo cuma dikasih tau kisi-kisi pertanyaan dari pengalaman saya di Piala Dunia Rusia dan Qatar. Pada pengen tau juga gimana proses wawancara saya dulu di kedua turnamen tersebut, mulai dari apa aja yang mesti disiapin, sampe tips dan trik menghadapai wawancara itu sendiri.
Continue readingDini Budiayu: So Be It. Ya Udah Terima Aja.
StandardPernah nggak sih kalian sayang banget sama seseorang, tapi seiring berjalannya waktu ternyata kalian menyadari kalo orang yang disayang ini sebenernya cuma bikin kalian ngerasa terluka dan menderita? Sekian lama bertahan sama dia cuma sekedar karena perasaan familiar aja, padahal mungkin… buat dia ya kalian tuh nggak yang berarti berarti banget.
Continue readingDan Argentina Juara Dunia…
StandardMerhaba! Saya udah nggak bisa menunda lagi. Hari terakhir di 2022. Saya udah janji ke diri sendiri kalo tulisan penutup untuk pengalaman relawan Piala Dunia FIFA 2022 Qatar harus rilis setelatnya hari ini. Jujur, saya nggak yakin bisa melukiskan semua yang saya rasakan. Selama hampir dua minggu belakangan yang saya lakukan cuma memutar semua yang saya alami dalam ingatan. Foto-foto dan bahkan video yang ada hanya sekedar dokumentasi pemanis. Apa yang saya punya dalam ruang memori adalah sebenar-benarnya saksi.
Continue readingQatar dalam Selusin Gambar
StandardMerhaba! Meski Qatar sudah beribu-ribu kilometer di belakang, namun kenangan akan negara kecil ini masih kuat dalam ingatan. Tidak hanya dengan sepenuh hati menjalani kegiatan saya sebagai relawan FIFA di Piala Dunia 2022, saya juga menikmati jalan-jalan di pusat kota hingga ke sudut-sudutnya. Qatar, I’m missing you already.
Continue readingKuliner Khas Qatar? Emang Ada?
StandardMerhaba! Saya mendadak jadi rakyat jelata di Qatar, terutama soal makan. Kalo di tanah air saya bebas pesan dari GoFood atau makan di restoran tanpa cek harga, di Qatar saya selalu menghitung kurs sebelum memutuskan untuk membeli bahkan sebungkus mie instan pun. Harga makanan di Qatar bisa 3-4 kali lipat mahalnya! Bayangkan, seporsi mie goreng abang-abang aja paling cuma Rp. 15,000 – Rp. 20,000 kan. Di Qatar saya sempat harus mengeluarkan kocek 18 QAR atau sekitar Rp. 77,000. Menangis.
Dari hari pertama di Qatar, sudah buyar keinginan saya untuk wisata kuliner. Ahaha. Tapi alhamdulillaah Allah menjaga saya banget di sini. Pada akhirnya, saya bisa juga mencicipi beragam kuliner yang ada secara gratis, karena traktiran teman-teman yang saya dapat selama jadi relawan di Piala Dunia, dan juga karena ada murid saya yang kerja di Qatar.
Apa aja yang dicicipi? Banyak!
Continue readingDune Bashing: Ajrut-Ajrutan di Gurun Pasir
StandardMerhaba! Dulu ada kuis yang populer di Indonesia, namanya Famili 100. Cara mainnya gampang-gampang susah, pembawa acara akan menyebut satu kata utama, lalu peserta harus memikirkan beberapa kata lain yang berkaitan dengan kata utama tersebut. Misal, kalo saya sebut Timur Tengah, apa kata-kata yang muncul di kepala?
Arab? Onta? Sorban? Aladdin? Gurun pasir?
Sama! Salah satu yang ada di bayangan saya kalo ngomongin Timur Tengah, salah satunya adalah gurun pasir juga. Makanya, ketika dapat kesempatan berada di Qatar, selain tujuan utama saya adalah bekerja menjadi relawan di Piala Dunia 2022, saya juga berencana untuk mengunjungi gurun pasir. Pengen tau, kayak gimana sih gurun pasir itu aslinya. Selama ini kan, cuma liat dari gambar atau TV aja.
Continue readingDidatangi Pak Erick Thohir!
StandardMerhaba! Supaya lebih nyambung baca tulisan ini, mungkin bisa mampir dulu ke postingan saya yang berjudul Piala Dunia FIFA 2022: Saya Siap Datang! biar tau aja gitu kenapa bertemu Pak Erick Thohir menjadi hal yang sangat berkesan untuk saya, apalagi didatanginya juga di Qatar!
..
….
……
Gimana? Udah baca? Oke saya bakal mulai berkisah sekarang.
Continue readingMendapatkan Sponsor untuk Kegiatan Relawan Piala Dunia FIFA
StandardMerhaba! Badan saya masih pegel banget gais! Tadi malam bertugas di pertandingan Argentina lawan Kroasia, dan saya baru sampe kamar jam 3 pagi waktu Qatar, berarti jam 7 pagi waktu Indonesia bagian barat. Sebenernya sih, jam kerja saya selesai ketika babak pertama usai, tapi dasar lagi beruntung, malam itu bos saya ngasih tiket nonton gratis. Bener-bener nggak nyangka banget! Sebagai relawan kan saya fokusnya ke penonton, dan berbeda dengan di stadion lain, relawan bagian Ticketing di Stadion Lusail tidak mendapat jatah kerja di dalam stadion. Jadi nggak bisa curi-curi nonton pertandingan. Sebagai pendukung Argentina sejak 1994, tentu saya bahagia sekali karena berkesempatan liat mereka main secara langsung, apalagi di ajang sekelas Piala Dunia. Terharu biru! Kemenangan 3-0 yang diraih pun makin membuat kebahagiaan saya memuncak.
Continue reading