Beberapa hari yang lalu saya sempat menulis surat pembaca di Kompasiana. http://olahraga.kompasiana.com/bola/2010/12/24/mau-dukung-timnas-kok-susah/
Tulisan ini saya tujukan untuk PSSI dan LOC atas keputusan tidak cerdas mengenai penukaran e-ticket (tiket elektronik) final AFF Indonesia-Malaysia.
Sungguh aneh kalau membeli promo murah e-ticket pesawat justru jauh lebih mudah daripada membeli VIP e-ticket pertandingan di Gelora Bung Karno. Untuk apa disediakan layanan pembelian online kalau memang kami harus datang lagi ke stadion untuk menukarkan voucher dengan tiket?? Padahal sebelumnya hanya dengan bukti print ber-barcode kami bisa melenggang masuk.
Koreksi jika saya salah, jumlah tiket VIP Barat dan Timur totalnya ada 6200 lembar, dan berapa loket penukaran yang tersedia untuk VIP ini? Hanya SATU. Ribuan penukar tiket VIP hanya akan dilayani oleh satu loket dan parahnya, voucher tidak dapat ditukar pada hari pertandingan (Rabu, 29 Desember 2010). Bagaimana dengan penonton dari luar kota? Apa mereka harus sudah di Jakarta sehari sebelumnya? Menyulitkan sekali.
Saya yakin, orang-orang PSSI dan LOC adalah orang-orang berpendidikan. Cara pikir pun harusnya bisa lebih cerdas dong. Atau… Apa ini strategi bisnis? Supaya ada dana tambahan dikucurkan untuk mencetak tiket-tiket VIP itu dan membuka peluang korupsi?
Saya harap penukaran e-ticket ini batal diberlakukan! Sekian.
