#CeritaJamKosong #8 Akhirnya Kembali Ke Indonesia

Standard

Priviet! (artinya “Halo” dalam Bahasa Rusia)

Bikin sebel juga ya, sebulan lebih nggak nge-blog, trus sekarang jadi bingung harus memulai paragraf seperti apa.

Lah, emang kenapa kok lama nggak nulis?

Ehem. Mungkin sebagian temen-temen udah tau, kalo selama 3 minggu di Juni yang lalu saya dapat kesempatan ke Rusia, jadi relawan di Piala Konfederasi FIFA 2017. Boleh diintip foto-fotonya di Instagram @PsychoFat trus jangan lupa di-follow. Please. #Menuju2000Followers

Continue reading

Hai Penyuka Susu Kedelai! Kenalkan, Dellisoy!

Standard

Saya bukan pencinta minuman berwarna sih, air putih tetep paling favorit. Makan di restoran pun pesannya ya air putih, kecuali kalo emang udah dapet sepaketan sama soda macam di McDonald’s. Tapi ada kalanya juga pengen nikmatin yang seger-seger; terutama sejak mengenal Thai tea, saya yang tadinya nggak doyan susu, jadi mulai menikmati minuman mengandung susu.

Continue reading

40 Hari Tanpa Mama

Standard

Dear Mama,

Ma, ada satu hal yang Mama nggak tau tentang Lian. Papa, Budi, Yuswo dan semua orang yang dekat Lian juga nggak tau ini. Mereka yang tau justru orang-orang asing, yang mana Lian berani cerita karena Lian tidak akan bertemu mereka lagi, jadi Lian nggak perlu merasa malu.

Continue reading

#CeritaJamKosong #7 Ketika Visa Ditolak

Standard

Nggak pernah saya berangan-angan mengunjungi Australia. Di bayangan, kalo harus ke negara yang memerlukan visa, saya maunya main yang jauh, bukan di Asia atau negara yang deket Asia. Jadi, kalau sampai Februari 2017 lalu saya datang ke VFS Global Kuningan City untuk bikin visa Australia, itu pasti ada apa-apanya.

Continue reading

Menginap di Bandara Changi Singapura

Standard

Keluar kocek Rp. 500,000 cuma untuk tidur beberapa jam? Ogah lah kalo untuk pejalan seadanya macem saya. Maka dari itu, di kunjungan terakhir saya ke Singapura, yang mana saya cuma satu hari aja di sana dengan penerbangan balik keesokan pagi jam 7.30, saya pun tidak memesan kamar hotel sama sekali. Beda cerita kalau saya jadi bepergian dengan Mama, saya pasti akan pesan kamar yang nyaman supaya Mama bisa istirahat enak.

Continue reading

Di Ketinggian ION Sky Singapura

Standard

Melanjutkan kisah di tulisan kemarin, saya yang puas berkeliling Bugis memutuskan untuk datang ke tempat tinggi di Singapura sebagai perhentian selanjutnya. Rencana awal kan mau ke Singapore Flyer, tapi itu kalo liburannya sama Mama. Berhubung Mama nggak jadi ikut karena sakit, saya pun ganti haluan.

Nah, kamu pelancong irit macam saya? Dan kebetulan lagi ada di Singapura (yang mana negara ini mahal banget ye bok!) trus kepengen mengunjungi tempat wisata gratisan? Kamu cuma perlu naik MRT ke Stasiun Orchard.

Continue reading

Bugis. Siang Hari.

Standard

Agak berat menuliskan tentang perjalanan saya ke Singapura di tanggal 12 April 2017 yang lalu. Berat karena sebenarnya liburan ini saya persiapkan untuk Mama, yang selama 3 tahun belakangan kondisi kesehatannya sudah tidak sebaik dulu namun beliau masih suka minta diajak jalan-jalan. Terakhir liburan bersama, kami pergi ke Thailand di 2013. Lalu Mama bilang, Mama mau lihat Tulip di Belanda. Kami pun menabung 2 tahun lamanya. Sayang, 2015 Mama harus masuk ICU karena sesak napas. Tahun 2016, saya dan suami membeli tiket ke Singapura untuk kami sekeluarga beserta adik, ipar dan keponakan. Perjalanan batal, saat itu ada penyakit menular yang sempat heboh diberitakan. 2017, ketika Garuda Indonesia promo tiket Rp. 590,000 pulang pergi Jakarta-Singapura, tanpa pikir panjang saya pesan 2, untuk saya dan Mama. Lagi-lagi gagal. Mama sakit. Sakit yang membawanya pergi menghadap Illahi tepat sehari setelah saya kembali dari Singapura.

Continue reading

Kala Manis Menggoda

Standard

Saya udah diwanti-wanti dari remaja, harus hati-hati sama yang namanya gula. “Nurun di keluarga,” begitu pesannya. Memang, kalo urusan minum saya nggak suka minuman manis; air putih selalu jadi andalan saya menghidrasi tubuh. Tapi kalo udah urusan karbohidrat, saya lemah terhadap kue-kue dan rerotian. Apalagi almarhumah nenek jago panggang memanggang… kue bolu dan segelas teh di sore hari jadi semacam rutinitas yang beliau kenalkan. Suami pun, senengnya ngemil yang manis seusai makan berat; kebiasaan yang juga sukses ditularkan ke saya.

Continue reading

Maja House Lembang: Pizza-nya Wajib Coba

Standard

Bulan Februari lalu saya sempat jalan-jalan ke Hutan Pinus Grafika Cikole sama komunitas @Generasi90an, itu tuh akun Instagram yang isinya bikin kita anak 90an nostalgia akan hal-hal hits di masa itu. Ada 3 mobil yang berangkat; 2 mobil di hari Jumat malam, 1 mobil di Sabtu pagi yang isinya saya, Aan, Maggie, Adhie dan Zahra.

Cuaca mendung saat kami memasuki Lembang. Maggie, Adhie dan Zahra masih terlelap sedangkan saya dan Aan asik ngobrol seputar dunia jalan-jalan dan menulis. Sebagai “petualang udara” saya dapat banyak cerita seru dari penerbangan-penerbangan yang doi pernah lakukan.

Continue reading

Soulfood Kemang: Niat Berhangat-hangat Yang Gagal

Standard

Gara-gara di luar hujan, dan saya juga lagi nggak ada kelas, jadi teringat satu malam sepulang kantor. Si Bebeb yang datang menjemput saya di stasiun tetiba ngajak makan agak jauh dari Depok. Pilihannya, udah pasti Kemang. Iseng nanya ke temen-temen di grup WhatsApp, ada yang nyaranin ke Largo Bistrot. Katanya sih ini kepunyaan Wong Aksan. Pas liat foto-fotonya di mesin pencari Google, kami mengurungkan niat.

Continue reading