Universiade Village: Jadi Anak Kos di Eropa

Standard

Nggak inget kapan persisnya, mungkin kelas 4 atau 5 SD, saat itu saya keranjingan nonton serial FRIENDS di RCTI. Tahun 1990-an. Tiap sore pasti saya duduk manis di kamar tidur Nenek, ter-haha-hihi melihat persahabatan Ross, Joey, Chandler, Monica, Rachel dan Phoebe. Semacam sampe berangan-angan kalo besar nanti bakal tinggal di apartemen kayak gitu, punya teman sekamar dan tetangga yang selalu “I’ll Be There For You” seperti judul soundtrack-nya.

*kecil-kecil sudah halu*

Continue reading

Picking Up My Cool Uniform

Standard

Bikin judul pake Bahasa Inggris karena

“Mengambil Seragam Saya yang Keren”

entah kenapa terdengar kurang nge-pas…

***

Salah satu hal yang bikin pengalaman jadi relawan di Piala Konfederasi FIFA 2017 terasa lebih spesial adalah seragam kerjanya. ASLEEEE tingkat kece naik drastis meski tanpa make-up. #lah

Dari pertama dapet konfirmasi kalo saya diterima, saya bolak-balik kepo-in hestek #FIFAConfederationsCup2017 di Instagram. Beberapa relawan Rusia udah banyak posting foto kegiatan mereka dan seragamnya memang YA ALLAH KU TAK TAHAN MAU PAKAI JUGA!

Continue reading

Pertama Kali Terbang Jauh

Standard

Jam sudah menunjukkan 7.30 malam, tapi di luar, langit Moskow masih seperti jam 4 sore. Saya baru aja selesai makan di ruang tunggu, makan kedua setelah sebelumnya di pesawat saya berbuka puasa; menanti penerbangan menuju Kazan. Hm… Mulai dari mana ya? Mungkin saya akan mulai dari awal check-in di Bandara Suvarnabhumi Bangkok. Proses check-in terlama yang pernah saya rasakan dengan konfirmasi cukup banyak. Mulai dari ditanya mau apa ke Rusia, sampai harus memperlihatkan semua tiket pesawat dan hotel transit yang saya pesan hingga pulang nanti.

Continue reading

Visa Pertama. Visa Rusia.

Standard

Hai hai! Seminggu lebih udah berlalu dari tulisan terakhir yang menjanjikan cerita-cerita semasa saya di Rusia. Kalo gitu postingan pertama tentang Rusia saya mulai dari proses bikin visa aja ya. Begini kisahnya.

Nggak lama setelah menerima email pemberitahuan kalo saya lulus seleksi jadi relawan di Piala Konfederasi FIFA 2017, berturut-turut email lain masuk mengenai posisi yang ditawarkan, online training yang harus saya lakukan, jadwal kerja, dan salah satunya ya itu, disuruh bikin visa. Asli, saya ogah-ogahan. Masih berbekas banget pengalaman buruk visa Australia saya yang ditolak.

Continue reading

#CeritaJamKosong #8 Akhirnya Kembali Ke Indonesia

Standard

Priviet! (artinya “Halo” dalam Bahasa Rusia)

Bikin sebel juga ya, sebulan lebih nggak nge-blog, trus sekarang jadi bingung harus memulai paragraf seperti apa.

Lah, emang kenapa kok lama nggak nulis?

Ehem. Mungkin sebagian temen-temen udah tau, kalo selama 3 minggu di Juni yang lalu saya dapat kesempatan ke Rusia, jadi relawan di Piala Konfederasi FIFA 2017. Boleh diintip foto-fotonya di Instagram @PsychoFat trus jangan lupa di-follow. Please. #Menuju2000Followers

Continue reading

Hai Penyuka Susu Kedelai! Kenalkan, Dellisoy!

Standard

Saya bukan pencinta minuman berwarna sih, air putih tetep paling favorit. Makan di restoran pun pesannya ya air putih, kecuali kalo emang udah dapet sepaketan sama soda macam di McDonald’s. Tapi ada kalanya juga pengen nikmatin yang seger-seger; terutama sejak mengenal Thai tea, saya yang tadinya nggak doyan susu, jadi mulai menikmati minuman mengandung susu.

Continue reading

40 Hari Tanpa Mama

Standard

Dear Mama,

Ma, ada satu hal yang Mama nggak tau tentang Lian. Papa, Budi, Yuswo dan semua orang yang dekat Lian juga nggak tau ini. Mereka yang tau justru orang-orang asing, yang mana Lian berani cerita karena Lian tidak akan bertemu mereka lagi, jadi Lian nggak perlu merasa malu.

Continue reading

#CeritaJamKosong #7 Ketika Visa Ditolak

Standard

Nggak pernah saya berangan-angan mengunjungi Australia. Di bayangan, kalo harus ke negara yang memerlukan visa, saya maunya main yang jauh, bukan di Asia atau negara yang deket Asia. Jadi, kalau sampai Februari 2017 lalu saya datang ke VFS Global Kuningan City untuk bikin visa Australia, itu pasti ada apa-apanya.

Continue reading

Menginap di Bandara Changi Singapura

Standard

Keluar kocek Rp. 500,000 cuma untuk tidur beberapa jam? Ogah lah kalo untuk pejalan seadanya macem saya. Maka dari itu, di kunjungan terakhir saya ke Singapura, yang mana saya cuma satu hari aja di sana dengan penerbangan balik keesokan pagi jam 7.30, saya pun tidak memesan kamar hotel sama sekali. Beda cerita kalau saya jadi bepergian dengan Mama, saya pasti akan pesan kamar yang nyaman supaya Mama bisa istirahat enak.

Continue reading

Di Ketinggian ION Sky Singapura

Standard

Melanjutkan kisah di tulisan kemarin, saya yang puas berkeliling Bugis memutuskan untuk datang ke tempat tinggi di Singapura sebagai perhentian selanjutnya. Rencana awal kan mau ke Singapore Flyer, tapi itu kalo liburannya sama Mama. Berhubung Mama nggak jadi ikut karena sakit, saya pun ganti haluan.

Nah, kamu pelancong irit macam saya? Dan kebetulan lagi ada di Singapura (yang mana negara ini mahal banget ye bok!) trus kepengen mengunjungi tempat wisata gratisan? Kamu cuma perlu naik MRT ke Stasiun Orchard.

Continue reading