Ratusan tahun yang lalu, Belanda rutin beli rempah-rempah dari Portugis. Tapi, karena Portugis sempat dikuasai Spanyol, dan pada saat itu Belanda juga baru lepas dari jajahan Spanyol, mereka jadi nggak bisa ngambil rempah-rempah lagi. Maka mulai lah dilakukan penjelajahan untuk menemukan daerah asal rempah-rempah. Nyangsrang di Indonesia.
Es Mambo Choki-Choki
StandardPernah kejadian nggak, bermunculan iklan saat menjelajah Internet? Bukan kebetulan lho! Iklan tersebut ada karena sebelumnya kita pernah mencari info yang berkaitan. Cek harga hotel di Singapura, eh sejak saat itu tiap kali buka Facebook pasti terselip penawaran hotel di Singapura dan juga tempat wisatanya. Liat barang di BukaLapak, setelahnya saya dihantui beragam produk sejenis di sela-sela kegiatan membaca berita online.
Seafood Segar Ocean’s Resto Balikpapan
StandardKota-kota di pesisir pantai pasti khas dengan hidangan laut. Ikan dan kepiting menghiasi menu di restoran-restoran. Kalo bukan bersuamikan orang Kota Minyak, saya mungkin akan jarang sekali menikmati sajian seafood.
Di Jalan Jenderal Sudirman Balikpapan, ada restoran bernama Ocean’s. Berdiri sejak 2004, restoran ini menjadi salah satu tujuan wisata kuliner karena kualitas hidangan lautnya yang dijamin segar. Kepiting Alaska, lobster, Kerapu, udang Tiger bahkan bebek dan daging sapi dipadukan dalam citarasa Indonesia, Eropa, Cina dan India. Sayang, mereka masih menyajikan masakan Hiu. 😦
Sultan Aji Muhammad Sulaiman: Bandara Ramah Anak
StandardKapan ya pertama kali saya ke bandara? Sepertinya sih tahun 1997. Saya menjejakkan kaki di Soekarno Hatta ketika mengantar Papa bekerja di Amerika. Saat itu saya, Mama dan Budhy hanya bisa mengantar sampai di luar. Papa mencium kami sesaat sebelum masuk seraya berpamitan. Ya, bandara memang tempatnya orang bertemu dan berpisah.
Pengalaman Ikut Kelas Penyiar Indonesia
StandardWaktu saya SMP, saya dijuluki Ratu Bola oleh teman-teman sekelas. Soalnya saya emang suka banget sama olahraga itu. Tiada jadwal pertandingan liga dunia yang saya lewatkan, baik antara tim tangguh ataupun tim gurem. Uang jajan habis untuk membeli majalah sepakbola, yang semuanya saya lahap cepat. Bisa dibilang, nggak ada pemain yang saya nggak tau namanya. Main bola? Nggak! Saya cuma diizinkan jadi manajer tim di kelas 2 SMP, padahal gaya saya udah bola banget. Celana pendek dan kaos dengan beragam nomor punggung jagoan dunia. Alasan temen-temen lelaki saya, “Nanti dada lo kesenggol, nggak tega kita.” Saya pernah menang Rp. 500,000 di kuis Liga Italia usai pertandingan Inter Milan; entah apa pertanyaannya, tapi Giuseppe Bergomi jawabannya. Saya juga bercita-cita jadi pembawa acara sepakbola atau bahkan komentator. Yang saya selalu bilang ke teman-teman, “Musim depan RCTI akan pake gue.”
The Rock Campus Ke-51 Jakarta
StandardSelepas Maghrib geliat mulai terasa di kafe Rolling Stone Jakarta. Beberapa pemuda datang menenteng alat-alat musik serupa gitar, bas dan simbal drum. Berbalut jaket jins hitam, saya melangkah masuk bersama Wo, vokalis merangkap gitaris band asal Balikpapan, Superego. Kamis, 31 Maret 2016 adalah The Rock Campus ke-51, yang menurut Ezra Simanjuntak merupakan acara di mana kesongongan bermusik itu sah.
Apa Passion Kamu?
Standard
Sumber foto: http://www.cvplaza.com/
Beberapa tahun terakhir saya kerja di kantor yang punya target penjualan, dan mendapati banyak meeting yang “nodong” kapan target tersebut akan dicapai. Perasaan dikejar-kejar seperti itu seringkali bikin stres. Terlihat jelas raut muka tegang menjelang akhir bulan. Saya maklum sih, demi bonus diterima, ya harus siap dengan tenggat waktu yang diminta si bos. Namun, ada satu pertemuan yang membekas. Pertemuan yang bukan memotivasi kami untuk mengejar bonus, tapi mengejar passion.
Eh? Passion? Maksudnya hobi, minat dan ketertarikan gitu?
Awarding Night XXI Short Film Festival 2016
Standard
Menerima undangan malam penghargaan festival film pendek 2016 dari Bioskop 21 adalah hal yang tidak saya sia-siakan. Saya memang bukan penggila film, saya menonton hanya sekedar untuk hiburan, tapi berbicara film pendek saya cukup tahu bahwa kualitasnya bisa menyaingi film-film yang tayang secara nasional atau internasional. Berdurasi di bawah 15 menit, sungguh luar biasa karena film-film pendek tersebut mampu menyampaikan suatu cerita dengan elok.
Kenyang di Sari Laut Jala-Jala
StandardKadang bete. Makan di restoran, udah mahal, eh porsi sedikit. Jadi cukstaw alias cukup tau, dan males datang lagi. Pernah ngalamin kan? Tapi nih, kalo makannya di Sari Laut Jala-Jala, dijamin puas sama takarannya. Hati-hati bingung memilih pesanan dari buku menu ya. Ada lebih dari 170 makanan dan minuman. Harga? Standar restoran, agak mahal memang kalo dibandingkan food court atau fast food.
Berlibur ke Kebun Binatang Ragunan Jakarta
StandardSuka liburan murah dong? Saya juga. Untuk warga Jakarta dan sekitarnya, salah satu tempat wisata yang jadi pilihan karena tidak menguras dompet adalah Kebun Binatang Ragunan. Dulu sekali, di tahun 80-an dan 90-an, Mama Papa sesekali mengajak saya dan Budhy berlibur ke sana. Saya ingat pernah berfoto dengan adik di depan patung gajah; saya ingat pernah panik karena tiba-tiba Papa menghilang, padahal beliau bersembunyi di belakang saya… Sekitar 9 tahun lalu, saya sempat ke Ragunan juga setelah sekian lama. Sayang, kondisinya menyedihkan. Kandang dan binatang tampak nggak terawat, dan sejak saat itu saya sudah ogah ke Ragunan lagi.