Kamu pernah masuk TV? Saya sering. Entah kenapa kalo datang ke acara yang diliput media, kamera senang betul menyorot saya. Mungkin karena saya besar dan rusuh bersemangat ya? Haha… Namun ada satu kesempatan yang begitu membekas di hati. Saat itu saya secara khusus diundang ke studio Trans 7 dan diminta jadi narasumber segmen jalan-jalan On The Spot. Memang sih judulnya agak kontroversial: Liburan Orang Kaya versus Kaum Pinggiran, dan saya di situ jadi “orang kaya” yang heboh bercerita tentang negara-negara yang pernah saya kunjungi, plus nangis-nangis karena sedih mendengar “kaum pinggiran” cuma pengen liburan ke Ragunan, Taman Mini dan bahkan mall. Ya Allah, saya trenyuh!
Berbusana Muslim Trendi dengan Bergo
StandardKetika dulu memutuskan berhijab, ada satu hal yang agak menghantui pikiran saya.
Badan gue gede gini, pake baju tertutup seluruh badan apa nggak keliatan makin melar ya? Ntar nggak kece lagi dong?
Maklum, pekerjaan mengharuskan saya bertemu banyak orang. Mau tidak mau berpenampilan menarik jadi prioritas dalam keseharian saya. Ditambah lagi terngiang pesan Nenek…
Kalo kemana-mana baju jangan asal. Harus rapi. Badan wajib wangi. Kamu nggak tau siapa yang akan kamu temui di jalan. Gendut juga harus tetap enak dilihat.
[Reply 1988] My First Korean Drama
StandardKalau nyokap malas masak karena sesorean nonton serial India Uttaran, maka drama Korea patut disalahkan karena memalaskan jiwa menulis saya selama dua minggu. Reply 1988 sukses membuat saya terpaku depan layar, membiarkan emosi diobrak-abrik lewat jalan ceritanya.
Saya nggak inget kapan demam Korea mulai masuk Nusantara. Yang jelas, muka-muka bule yang biasa jadi idola, mulai tersisih oleh wajah oriental bermata sipit. Negeri Gingseng jadi omongan; lagu-lagunya terdengar di segala penjuru, DVD film dan serial TV bajakannya laku keras, resep Kimchi-Kimbab-Ramyeon bertebaran, kosmetiknya jadi incaran, les Bahasa Korea dibanjiri pendaftar dan Korea Selatan sendiri pun jadi tujuan wisata hits. Semua mendadak Korea.
Termasuk saya!
Selera Vietnam di monViet Restaurant
StandardSuami saya pernah bertanya-tanya. Di Indonesia, eh di Jakarta deh, atau di kota-kota besar di Indonesia, banyak banget restoran yang menjual masakan khas negara luar. Dari Amerika, Korea, Jepang, Meksiko… Dan nggak pernah sepi peminat. Kira-kira di negara-negara tadi, menjamur rumah makan yang menjual masakan Indonesia nggak ya?
SuperDidi: Karena Jadi Ayah Itu, Seru!
StandardVino G. Bastian, aktor yang selalu terlihat mempesona tanpa perlu berusaha keras alias memang sudah ganteng dari sononya, terbukti memiliki kemampuan akting serba bisa. Mulai dari peran lelaki penyuka salon di film 30 Hari Mencari Cinta, berlanjut jadi remaja begajulan di Catatan Akhir Sekolah, pria pemberontak di Toba Dreams, dan yang terakhir dan sedang tayang, Vino ditantang bermain sebagai bapak dari 2 anak perempuan.
*****
Mario Batali’s Cheese Pasta
StandardAda ungkapan bahwa di balik kesederhanaan terdapat hal-hal luar biasa. Dan siapa sangka masakan pasta berbahan sederhana ini mempunyai rasa luar biasa? Diambil dari resep Mario Batali, koki di acara Iron Chef America, cuma dengan modal Rp. 140,000 kamu bisa dapat 8 porsi pasta yang rasanya seenak restoran. Masih ada sisa bahan pula.
Tasty’s Garlic Butter Steak
StandardSi Bebeb nge-share video dari Tasty, halaman Facebook tentang memasak. Kalo liat video tersebut, rasanya bikin steak itu gampang banget. Dia bilang dia yang mau bikin, eh pas hari H tetep saya yang disuruh. Dan sebagai pribadi yang menyukai tantangan *asoy* saya pun langsung coba bikin sesuai dari apa yang saya lihat. Tapi sebelumnya siapin bahan-bahan dulu dong.
Bikin Es Krim Oreo? Gampang!
StandardSetelah sukses bikin Es Mambo Choki-Choki, saya jadi lumayan nagih bikin es jenis lain. Kebetulan ada temen yang bilang kalo Es Krim Oreo juga lagi hitz di kalangan industri rumahan. Cuma bahannya itu bukan pake Oreo beneran, melainkan biskuit serupa bermerek Goriorio. Maklum, kan untuk dijual ke anak sekolahan, bahan yang lebih terjangkau pun jadi pilihan.
ARCH Guitars: Bengkel Gitar #1 Balikpapan
StandardDunia itu sempit.
“Lo orang Depok??” tanya saya kaget. Saya sedang di Kalimantan Timur. Ngumpul bareng anak-anak SUPEREGO. Yang bernama Arif (teman dari nama2 band yang saya sebut barusan) bilang dia lahir di Balikpapan, tapi besar di Depok dan baru delapan tahun lalu kembali ke Kota Minyak.
“Iya, Pondok Terong sono.”
Makin melotot mata saya. Terkezut. “Nggak jauh dari rumah gue dong! Lo tau jembatan Ratujaya nggak, yang ada TK?”
Cita Rasa Asli di El Asador Kemang
StandardRatusan tahun yang lalu, Belanda rutin beli rempah-rempah dari Portugis. Tapi, karena Portugis sempat dikuasai Spanyol, dan pada saat itu Belanda juga baru lepas dari jajahan Spanyol, mereka jadi nggak bisa ngambil rempah-rempah lagi. Maka mulai lah dilakukan penjelajahan untuk menemukan daerah asal rempah-rempah. Nyangsrang di Indonesia.