Es Krim Zangrandi: Kenikmatan Klasik

Standard

Kalau berlibur di Surabaya, Es Krim Zangrandi merupakan salah satu objek wisata kuliner yang jangan sampai terlewatkan. Apalagi kota Surabaya begitu panas, maka cocoklah menikmati sajian dingin setelah makan siang atau saat dahaga perlu dihapus.

Pertama kali melihat restoran tempat dijualnya Es Krim Zangrandi, ingatan membawa saya ke tahun-tahun saat saya masih kecil. Ya, bangunan tersebut bergaya arsitektur tempo dulu. Nuansa Belanda begitu terasa, seperti rumah yang saya singgahi saat diajak Nenek main ke tempat temannya. Sayang sekarang sudah tidak ada, rata dengan tanah dan berubah menjadi ruko atau pertokoan.

Continue reading

Sunshine Family Homestay by ZEN Rooms

Standard

Mbak Mita jadi ke Surabaya? Bisa pake kode promo aku nih untuk pesan kamar dari ZEN Rooms. Lumayan potongannya Rp. 100,000.

Wey hati pun berseru senang. Tawaran dari Mbak Nurul saya sambut dengan baik. Detik itu juga langsung saya meluncur ke www.zenrooms.com/id  dan mencari persediaan kamar yang ada. Mengingat saya hanya menginap satu malam dan paginya sudah harus naik pesawat jam 8, saya pun memilih lokasi yang terdekat dengan bandara. Dari harga Rp. 240,000 per malam saya cukup membayar Rp. 140,000 saja. Alhamdulillaaah rejeki dari temen blogger hits.

Continue reading

Liburan Cuma Sehari di Surabaya? Bisa!

Standard

Tau nggak, kota apa saja di Indonesia yang namanya menjadi judul lagu? Bandung? Iya. Apa lagi? Sabang dan Merauke? Betul. Yang lain? Surabaya? Oh YES! Dulu waktu saya sekolah dasar, saya lumayan jadi pentolan band pengiring upacara bendera. Sebagai pemain pianika, bersama teman-teman lain saya banyak berlatih lagu-lagu perjuangan tiap minggu. Salah satunya berlirik:

Surabaya, Surabaya, oh Surabaya… Kota kenangan, kota kenangan takkan terlupa. Di sanalah, di sanalah, di Surabaya… Pertama lah, tuk yang pertama, kami berjumpa. Kuteringat masa yang telah lalu… S’ribu insan, s’ribu hati berpadu satu. Surabaya di tahun empat lima, kami berjuang, kami berjuang bertaruh nyawa.

Continue reading

[Review] Ransel Mini Keliling Dunia

Standard

Salah satu hal yang suka saya lakukan untuk memperbaiki kualitas menulis adalah dengan blogwalking alias mampir ke blog-blog dan membaca kisah yang para bloggers bagikan. Dari situ saya banyak belajar, karena saya suka menelaah *bahasanya!* gaya menulis dan penuturan mereka, sekaligus dapet banyak informasi menarik.

Backpackology Family Traveller menjadi blog yang beberapa kali saya intip. Mbak Olenka, si pemilik blog, banyak menulis tentang liburan bersama anak-anak dan suami. Kebetulan meski belum dikaruniai anak, saya punya keponakan yang rencananya akan saya ajak berlibur ke Singapura di bulan Oktober mendatang. Blog ini pun jadi referensi supaya Omar yang berusia 3 tahun bisa tetap nyaman selama perjalanan.

Continue reading

Basic Public Speaking by Indra Bekti

Standard

Kamu pernah masuk TV? Saya sering. Entah kenapa kalo datang ke acara yang diliput media, kamera senang betul menyorot saya. Mungkin karena saya besar dan rusuh bersemangat ya? Haha… Namun ada satu kesempatan yang begitu membekas di hati. Saat itu saya secara khusus diundang ke studio Trans 7 dan diminta jadi narasumber segmen jalan-jalan On The Spot. Memang sih judulnya agak kontroversial: Liburan Orang Kaya versus Kaum Pinggiran, dan saya di situ jadi “orang kaya” yang heboh bercerita tentang negara-negara yang pernah saya kunjungi, plus nangis-nangis karena sedih mendengar “kaum pinggiran” cuma pengen liburan ke Ragunan, Taman Mini dan bahkan mall. Ya Allah, saya trenyuh!

Continue reading

Berbusana Muslim Trendi dengan Bergo

Standard

Ketika dulu memutuskan berhijab, ada satu hal yang agak menghantui pikiran saya.

Badan gue gede gini, pake baju tertutup seluruh badan apa nggak keliatan makin melar ya? Ntar nggak kece lagi dong?

Maklum, pekerjaan mengharuskan saya bertemu banyak orang. Mau tidak mau berpenampilan menarik jadi prioritas dalam keseharian saya. Ditambah lagi terngiang pesan Nenek…

Kalo kemana-mana baju jangan asal. Harus rapi. Badan wajib wangi. Kamu nggak tau siapa yang akan kamu temui di jalan. Gendut juga harus tetap enak dilihat.

Continue reading

[Reply 1988] My First Korean Drama

Standard

Kalau nyokap malas masak karena sesorean nonton serial India Uttaran, maka  drama Korea patut disalahkan karena memalaskan jiwa menulis saya selama dua minggu. Reply 1988 sukses membuat saya terpaku depan layar, membiarkan emosi diobrak-abrik lewat jalan ceritanya.

Saya nggak inget kapan demam Korea mulai masuk Nusantara. Yang jelas, muka-muka bule yang biasa jadi idola, mulai tersisih oleh wajah oriental bermata sipit. Negeri Gingseng jadi omongan; lagu-lagunya terdengar di segala penjuru, DVD film dan serial TV bajakannya laku keras, resep Kimchi-Kimbab-Ramyeon bertebaran, kosmetiknya jadi incaran, les Bahasa Korea dibanjiri pendaftar dan Korea Selatan sendiri pun jadi tujuan wisata hits. Semua mendadak Korea.

Termasuk saya!

Continue reading

Selera Vietnam di monViet Restaurant

Standard

Suami saya pernah bertanya-tanya. Di Indonesia, eh di Jakarta deh, atau di kota-kota besar di Indonesia, banyak banget restoran yang menjual masakan khas negara luar. Dari Amerika, Korea, Jepang, Meksiko… Dan nggak pernah sepi peminat. Kira-kira di negara-negara tadi, menjamur rumah makan yang menjual masakan Indonesia nggak ya?

Continue reading

SuperDidi: Karena Jadi Ayah Itu, Seru!

Standard

Vino G. Bastian, aktor yang selalu terlihat mempesona tanpa perlu berusaha keras alias memang sudah ganteng dari sononya, terbukti memiliki kemampuan akting serba bisa. Mulai dari peran lelaki penyuka salon di film 30 Hari Mencari Cinta, berlanjut jadi remaja begajulan di Catatan Akhir Sekolah, pria pemberontak di Toba Dreams, dan yang terakhir dan sedang tayang, Vino ditantang bermain sebagai bapak dari 2 anak perempuan.

*****

Continue reading

Mario Batali’s Cheese Pasta

Standard

Ada ungkapan bahwa di balik kesederhanaan terdapat hal-hal luar biasa. Dan siapa sangka masakan pasta berbahan sederhana ini mempunyai rasa luar biasa? Diambil dari resep Mario Batali, koki di acara Iron Chef America, cuma dengan modal Rp. 140,000 kamu bisa dapat 8 porsi pasta yang rasanya seenak restoran. Masih ada sisa bahan pula.

Continue reading