Hai, mungkin banyak dari kalian udah mendengar tentang snack yang lagi hits banget di Singapura, yaitu salted egg fish skin crisps alias keripik kulit ikan goreng yang dikasih taburan kuning telor asin. Merk yang begitu dicari-cari adalah Irvins. Antriannya mengular, dan pembelian per orang sampe dijatah segala!
Film “Dilan 1990”: Gombalnya Berat, Kamu Nggak Akan Kuat [Spoiler]
StandardHari ketika Iqbaal CJR diumumkan bakal memerankan Dilan, linimasa saya lumayan rame. Mereka yang udah baca buku Dilan sampe nomer ke-3 merasa pencitraan Iqbaal yang anak boyband dan muka manis, nggak cocok jadi panglima tempur geng motor. Saya pada saat itu rasanya pengen bikin tulisan untuk “melawan” pendapat tersebut. Mereka yang bilang Iqbaal terlalu kalem mungkin ya cuma menilai dari status anggota grup vokal CJR yang melekat, tapi nggak pernah ngikutin perjalanan aktingnya.
Kebetulan selain sama Justin Bieber, saya juga demen sama si bocah satu ini, Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan. Diam-diam tante mengidolakan, dek!
Nonton Bola di Stadion Gelora Bung Karno Baru
Standard“Mit! Mau nonton bola besok nggak di GBK? Suami dapet tiket jatah anggota Polri.”
Satu pesan WhatsApp masuk di Jumat siang. Dari Yayuk, vokalis band saya waktu SMA. Saya yang lagi terkantuk-kantuk di atas tempat tidur, mendadak seger.
Besok ada bola di GBK? pikir saya. Besok Sabtu? pikir saya lagi yang segera saya ungkapkan dalam bentuk balasan ke Yayuk. Jelas saya nggak mau melewatkan kesempatan ini. Sejak 2010, nonton bola di Stadion Gelora Bung Karno adalah hal yang wajib. Apapun pertandingannya. Lagipula, tahun ini GBK sudah buka kembali setelah kelar direnovasi. Tentu saya penasaran, kayak apa sih jadinya. Beberapa waktu lalu ketika Indonesia bertanding persahabatan dengan Islandia di GBK, saya nggak bisa hadir karena kerja. Kalo dari foto-foto yang beredar, sepertinya GBK memang terlihat lebih modern.
Apa Aja Yang Dibawa Saat Jalan-Jalan?
StandardWah, nggak terasa ya sebentar lagi 2017 akan segera berakhir, dan biasanya banyak yang bakal menghabiskan hari-hari di penghujung tahun dengan pergi berlibur. Termasuk saya dan keluarga. Medan serta Lembang sudah masuk ke agenda. Kebetulan saudara Papa yang tinggal di Amerika datang berkunjung ke Indonesia, jadilah kami akan terbang ke kampung halaman Papa di Sumatera Utara, lalu lanjut ke Bumi Parahyangan.
Lomie 61: Kedai Mie Legendaris di Kalipah Apo Bandung
StandardBaru beberapa tahun belakangan saya mengetahui kalau Om Jemi, sepupu Papa yang tinggal di Bandung, punya kedai mie ayam. Namanya Lomie 61. Dan usut punya usut, kedai Lomie 61 ini ternyata tempat makan mie yang sudah puluhan tahun ada di Jalan Kalipah Apo No. 73, tepat sebelah Gang Siti. Iya sih, saya ingat waktu kecil pernah menginap di rumah saudara Papa di Bandung, tapi nampaknya saya masih terlalu kecil untuk tau bahwa mereka punya usaha dagang mie.
Cuanki Serayu Bandung Sudah Tidak Lagi Jalan Kaki
StandardDi perjalanan kami menuju Padma Hotel Bandung, ada pertanyaan acak keluar dari mulut suami.
“Cuanki tuh khas Bandung kan ya? Itu apaan Beb?”
“Itu kayak bakso gitu Beb, warna putih. Bakso ikan kali ya.” Saya menjawab berdasarkan pengalaman saja, karena pernah membeli bakso cuanki di abang-abang, dan isinya cuma bakso kecil-kecil warna putih. Lalu dengan sotoy, saya bilang cuanki itu nama kotak-katik kata ikan encu, cu dari encu, anki dari ikan. Jadi bakso cuanki itu bakso yang terbuat dari ikan encu. BOK! Padahal emang ada ya ikan encu? Sok tau sedunia banget.
Satu Pagi di Bandung
StandardDan Bandung bagiku bukan cuma masalah geografis, lebih jauh dari itu melibatkan perasaan, yang bersamaku ketika sunyi. -Pidi Baiq
Jika selewat Subuh hari itu saya ngotot minta diantar suami ke daerah Jalan Asia Afrika Bandung, merelakan berpisah dari kenyamanan tempat tidur Padma Hotel dan gelungan lengan si Bebeb, tentu bukan tanpa alasan. Tentu bukan HANYA karena ingin berfoto di dinding bertuliskan kutipan dari penulis yang bukunya laku keras itu. Memang, saya mengidolakan Pidi Baiq sekali karena karya Dilan dan Milea-nya, tapi lebih dari itu, tulisan Pidi Baiq membawa ingatan lari jauh ke belakang.
Pengalaman Menginap di Padma Hotel Bandung
Standard“Beb, kita nikah tanggal berapa?” tanya suami malam itu. Angka, bulan, dan tahun saya sebut sebagai jawaban.
“Kalo jadiannya?”
“17 November. Kenapa emang?” saya balik nanya.
Si Bebeb sejenak diam sambil membuka kalender di hape. Lalu katanya, “Pas nih Beb, tanggal segitu nginep di hotel kita bulan madu dulu yuk. Ngerayain hari jadian. Sekalian ulang tahun pernikahan, kan beda dua hari aja.”
“Emang yakin bisa?” tanya saya males-malesan. Bukan apa-apa yak, udah sering banget rencana liburan kami berdua gagal karena panggilan tugas kantor si Bebeb yang mendadak. Tahun lalu aja saya sampe harus ke Surabaya sendiri, padahal tiket pesawat, hotel, dan mobil sewaan untuk kami berdua udah dibayar.
Eleven Years of Togetherness
StandardBeing in a relationship with my husband for 11 years has taught me a lot. That it is always better to have someone you’re still comfortable with even in the most uncomfortable period, than someone that sends great sparks… ’cause sparks disappear.
There are many friendships last forever because they accept each other for both the good and bad sides. But funny, when it’s about our romantic partner, we tend to wish they’d be perfect while nobody is perfect.
Biar Nge-Blog Jadi Mudah, Ini Tips-nya!
StandardMood saya lagi jelek banget hari ini. Harusnya ya, besok saya dan suami pergi ke Bandung untuk merayakan ulang tahun pernikahan kami yang ke-enam. Mendadak dong dua hari yang lalu doi SMS: Beb, aku masih di Selat Bali, kapalnya baru bersandar Jumat. Kamu ke Bandung sendirian ya, aku usahakan nyusul nanti dari Cilacap.
Ih langsung dada sesak trus air mata pun bergulir. Harus kusandarkan ke mana rasa kecewa ini, Beb? Udah lama banget sejak kita bisa liburan berdua tanpa gangguan, dan sekarang masa kamar hotel yang kece itu harus daku nikmati sendiri?