Jadwal Bis HIBA Utama Depok-Soekarno Hatta

Standard

“Kak, kita nggak naek kereta aja ke bandara? Sekalian nyobain kan belum pernah.”

Saya mendelik ke arah sepupu saya Thea, yang akan jalan-jalan bareng sama saya ke Bangkok. Ribet banget nih bocah. Ada cara gampang naik bis dari Depok langsung ke Soekarno Hatta, eh dia malah pengen nyoba kereta yang mana harus transit segala. Duh, nggak deh!

Continue reading

Lawless Burger Bar Untuk Kamu Pencinta Burger dan Musik Keras

Standard

Suami saya suka musik, dan salah satu band Indonesia yang dia jadikan idola adalah Seringai. Biasa lah ya, kalo nge-fans, kita pasti ada perasaan pengen dekat dengan si idola. Saya juga gitu, demen sama Justin Bieber jadi parfum harus yang dia iklanin, sepatu harus yang dia pake, bahkan si Bebeb aja saya beliin celana dalam Calvin Klein gegara si Justin jadi “duta” merek satu ini.

Continue reading

Sandalwood Boutique Hotel Lembang

Standard

Ayo, siapa yang minggu lalu memanfaatkan long weekend untuk leyeh-leyeh di hotel? Saya nggak sih, tapi beberapa tahun belakangan saya dan keluarga seneng liburan di hotel bagus cuma untuk sekedar melepas lelah. Berhubung di Maret dan Mei mendatang ada long weekend lagi, mungkin kamu bisa coba nginep di Lembang. Tepatnya di Sandalwood Boutique Hotel.

Continue reading

Film “Dilan 1990”: Gombalnya Berat, Kamu Nggak Akan Kuat [Spoiler]

Standard

Hari ketika Iqbaal CJR diumumkan bakal memerankan Dilan, linimasa saya lumayan rame. Mereka yang udah baca buku Dilan sampe nomer ke-3 merasa pencitraan Iqbaal yang anak boyband dan muka manis, nggak cocok jadi panglima tempur geng motor. Saya pada saat itu rasanya pengen bikin tulisan untuk “melawan” pendapat tersebut. Mereka yang bilang Iqbaal terlalu kalem mungkin ya cuma menilai dari status anggota grup vokal CJR yang melekat, tapi nggak pernah ngikutin perjalanan aktingnya.

Kebetulan selain sama Justin Bieber, saya juga demen sama si bocah satu ini, Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan. Diam-diam tante mengidolakan, dek!

Continue reading

Nonton Bola di Stadion Gelora Bung Karno Baru

Standard

“Mit! Mau nonton bola besok nggak di GBK? Suami dapet tiket jatah anggota Polri.”

Satu pesan WhatsApp masuk di Jumat siang. Dari Yayuk, vokalis band saya waktu SMA. Saya yang lagi terkantuk-kantuk di atas tempat tidur, mendadak seger.

Besok ada bola di GBK? pikir saya. Besok Sabtu? pikir saya lagi yang segera saya ungkapkan dalam bentuk balasan ke Yayuk. Jelas saya nggak mau melewatkan kesempatan ini. Sejak 2010, nonton bola di Stadion Gelora Bung Karno adalah hal yang wajib. Apapun pertandingannya. Lagipula, tahun ini GBK sudah buka kembali setelah kelar direnovasi. Tentu saya penasaran, kayak apa sih jadinya. Beberapa waktu lalu ketika Indonesia bertanding persahabatan dengan Islandia di GBK, saya nggak bisa hadir karena kerja. Kalo dari foto-foto yang beredar, sepertinya GBK memang terlihat lebih modern.

Continue reading

Apa Aja Yang Dibawa Saat Jalan-Jalan?

Standard

Wah, nggak terasa ya sebentar lagi 2017 akan segera berakhir, dan biasanya banyak yang bakal menghabiskan hari-hari di penghujung tahun dengan pergi berlibur. Termasuk saya dan keluarga. Medan serta Lembang sudah masuk ke agenda. Kebetulan saudara Papa yang tinggal di Amerika datang berkunjung ke Indonesia, jadilah kami akan terbang ke kampung halaman Papa di Sumatera Utara, lalu lanjut ke Bumi Parahyangan.

Continue reading

Lomie 61: Kedai Mie Legendaris di Kalipah Apo Bandung

Standard

Baru beberapa tahun belakangan saya mengetahui kalau Om Jemi, sepupu Papa yang tinggal di Bandung, punya kedai mie ayam. Namanya Lomie 61. Dan usut punya usut, kedai Lomie 61 ini ternyata tempat makan mie yang sudah puluhan tahun ada di Jalan Kalipah Apo No. 73, tepat sebelah Gang Siti. Iya sih, saya ingat waktu kecil pernah menginap di rumah saudara Papa di Bandung, tapi nampaknya saya masih terlalu kecil untuk tau bahwa mereka punya usaha dagang mie.

Continue reading

Cuanki Serayu Bandung Sudah Tidak Lagi Jalan Kaki

Standard

Di perjalanan kami menuju Padma Hotel Bandung, ada pertanyaan acak keluar dari mulut suami.

“Cuanki tuh khas Bandung kan ya? Itu apaan Beb?”

“Itu kayak bakso gitu Beb, warna putih. Bakso ikan kali ya.” Saya menjawab berdasarkan pengalaman saja, karena pernah membeli bakso cuanki di abang-abang, dan isinya cuma bakso kecil-kecil warna putih. Lalu dengan sotoy, saya bilang cuanki itu nama kotak-katik kata ikan encu, cu dari encu, anki dari ikan. Jadi bakso cuanki itu bakso yang terbuat dari ikan encu. BOK! Padahal emang ada ya ikan encu? Sok tau sedunia banget.

Continue reading

Satu Pagi di Bandung

Standard

Dan Bandung bagiku bukan cuma masalah geografis, lebih jauh dari itu melibatkan perasaan, yang bersamaku ketika sunyi. -Pidi Baiq

Jika selewat Subuh hari itu saya ngotot minta diantar suami ke daerah Jalan Asia Afrika Bandung, merelakan berpisah dari kenyamanan tempat tidur Padma Hotel dan gelungan lengan si Bebeb, tentu bukan tanpa alasan. Tentu bukan HANYA karena ingin berfoto di dinding bertuliskan kutipan dari penulis yang bukunya laku keras itu. Memang, saya mengidolakan Pidi Baiq sekali karena karya Dilan dan Milea-nya, tapi lebih dari itu, tulisan Pidi Baiq membawa ingatan lari jauh ke belakang.

Continue reading