Kalau nyokap malas masak karena sesorean nonton serial India Uttaran, maka drama Korea patut disalahkan karena memalaskan jiwa menulis saya selama dua minggu. Reply 1988 sukses membuat saya terpaku depan layar, membiarkan emosi diobrak-abrik lewat jalan ceritanya.
Saya nggak inget kapan demam Korea mulai masuk Nusantara. Yang jelas, muka-muka bule yang biasa jadi idola, mulai tersisih oleh wajah oriental bermata sipit. Negeri Gingseng jadi omongan; lagu-lagunya terdengar di segala penjuru, DVD film dan serial TV bajakannya laku keras, resep Kimchi-Kimbab-Ramyeon bertebaran, kosmetiknya jadi incaran, les Bahasa Korea dibanjiri pendaftar dan Korea Selatan sendiri pun jadi tujuan wisata hits. Semua mendadak Korea.
Termasuk saya!