Merhaba! Badan saya masih pegel banget gais! Tadi malam bertugas di pertandingan Argentina lawan Kroasia, dan saya baru sampe kamar jam 3 pagi waktu Qatar, berarti jam 7 pagi waktu Indonesia bagian barat. Sebenernya sih, jam kerja saya selesai ketika babak pertama usai, tapi dasar lagi beruntung, malam itu bos saya ngasih tiket nonton gratis. Bener-bener nggak nyangka banget! Sebagai relawan kan saya fokusnya ke penonton, dan berbeda dengan di stadion lain, relawan bagian Ticketing di Stadion Lusail tidak mendapat jatah kerja di dalam stadion. Jadi nggak bisa curi-curi nonton pertandingan. Sebagai pendukung Argentina sejak 1994, tentu saya bahagia sekali karena berkesempatan liat mereka main secara langsung, apalagi di ajang sekelas Piala Dunia. Terharu biru! Kemenangan 3-0 yang diraih pun makin membuat kebahagiaan saya memuncak.
Continue readingSeleksi Menjadi Relawan FIFA di Piala Dunia 2022 Qatar
StandardMerhaba! Sebenarnya, saya udah pernah menulis artikel tentang bagaimana menjadi relawan FIFA di tautan ini. Buat yang mau sekedar baca boleh mampir ya. Berhubung tulisan tersebut mengenai Piala Konfederasi 2017 dan Piala Dunia 2018, saya bikin lagi deh untuk Piala Dunia 2022, meski sejujurnya proses utamanya tuh nggak ada yang beda banget. Secara umum, alur seleksi dibagi menjadi: pendaftaran, undangan wawancara, tawaran posisi, proses visa, lalu keberangkatan.
Pendaftaran untuk event besar biasanya dibuka sejak satu sampai dua tahun sebelum acara digelar. Bukan hal eksklusif yang cuma bisa diakses orang tertentu. Dibuka untuk umum, dan berita tentang pendaftaran dapat ditemukan di website atau media sosial organisasi tersebut. Contoh, kalo mau info tentang relawan FIFA, kalian follow aja Facebook atau Instagram FIFA. Tapi khusus FIFA sendiri saat ini sudah ada portal khusus relawan di https://volunteer.fifa.com/login.
Continue readingBertemu Banyak Orang. Membuat Banyak Kenangan.
StandardMerhaba! Mendapat kesempatan ada di ajang internasional, meski hanya sekedar tenaga bantu, tentu tetap memberi pengalaman luar biasa. Saya bisa berkenalan dengan banyak teman dari beragam negara dan mempelajari budaya mereka, serta berinteraksi dengan penonton dari penjuru dunia. Selama hampir satu bulan menjadi relawan FIFA di Qatar, saya memanfaatkan momen itu untuk menjalin percakapan dengan orang baru di setiap kesempatan. Beberapa akan saya ceritakan di tulisan ini.
Hari pertama saya tiba di Barahat Al Janoub, klaster tempat relawan tinggal, Rami Harran menjadi resepsionis yang membantu urusan kunci kamar. Waktu dia bilang teman sekamar saya kayaknya bakal sesama orang Indonesia, saya protes. Saya bilang saya nggak mau udah jauh-jauh ke Qatar, bakal tinggal 5 minggu, trus masih harus ngomong Bahasa Indonesia. Akhirnya sama Rami saya dibikin nggak punya teman sekamar sekalian. Katanya biar saya bosan, trus akhirnya ke luar kamar dan ngobrol pake Bahasa Inggris sama dia. Rami asal Lebanon.
Continue readingHari-Hari Kerja di Bagian Ticketing
StandardMerhaba! Menjadi relawan FIFA di Piala Dunia Qatar 2022 banyak membuat saya diwawancara oleh media. Dan salah satu pertanyaan yang selalu dilontarkan adalah, kerja jadi relawan tuh ngapain aja sih? Ini adalah pertanyaan yang terlalu luas sehingga tentu tidak bisa dijawab semudah itu. Relawan-relawan FIFA di Piala Dunia tersebar di banyak area kerja. Ada lebih dari 30 area kerja malah! Tiap area kerja tentu mempunyai tanggung jawabnya masing-masing. Tidak semua juga kerja di stadion meskipun kami menjadi relawan di ajang turnamen sepakbola.
Continue readingBertemu David Beckham!
StandardMerhaba! Puluhan tahun lalu, saya menulis di buku harian kalo saya pengen bisa bertemu pemain bola ini dan itu. Angan-angan belaka, tentu. Bisa lihat dari layar kaca atau artikel di tabloid dan majalah aja udah seneng banget. Tapi Tuhan bekerja dengan cara misterius. Hari itu ada email masuk dari program relawan-nya FIFA. Ajakan untuk daftar acara spesial di Volunteer Center. Apa sih acara spesial-nya? Entah. Saya iseng aja booking sesi karena di tanggal tersebut saya belum ada jadwal kerja di stadion. Dengan berseragam relawan lengkap, saya datang ke acara. Kami dikumpulkan di satu ruangan besar, yang kalo diliat dari setting tempat, kayaknya sih ini acara berupa talk show. Saya lalu mengambil posisi duduk paling depan.
Continue readingBarahat Al Janoub: Tempat Tinggal Relawan Internasional
StandardMerhaba! Kalo kemarin saya sudah bercerita tentang seragam relawan Piala Dunia FIFA 2022 Qatar, kali ini saya mau sedikit bahas tentang tempat tinggal kami para relawan internasional. Di Qatar, kami mendapat akomodasi gratis di daerah bernama Barahat Al Janoub. Satu wilayah besar ini khusus berisi klaster-klaster yang selain jadi tempat tinggal kami, juga merupakan tempat menginap para penonton Piala Dunia.
Continue readingKerennya Seragam Relawan FIFA
StandardMerhaba! Bekerja menjadi relawan FIFA memang tidak menerima upah dalam bentuk lembaran uang. Kami mendapat kepuasan dari pengalaman luar biasa. Berpartisipasi dalam ajang internasional tentu tidak terjadi setiap hari, bukan? Dari sekian banyak hal-hal menyenangkan yang saya dapat sebagai relawan FIFA, seragam menjadi ikon yang begitu bangga saya kenakan.
Continue readingSelamat Datang di Qatar!
StandardMerhaba! Kalau di blog ini banyak tulisan seputar jalan-jalan, percayalah, sebagian besar adalah karena hoki saya gede, begitu kata orang. Bisa traveling ke negara tetangga, tentunya karena sukses berburu tiket promo seharga tiga lembar seratus ribuan, yang dibeli dari setahun sebelumnya. Bisa menginjakkan kaki di Nepal dan Hong Kong, itu karena menang lomba nulis. Bisa main jauh ke Rusia dan tahun ini Qatar, rejeki dari orang-orang baik yang mau mensponsori tiket pesawat saya untuk terbang menjadi relawan di Piala Dunia.
Alhamdulillaah.
Continue readingPiala Dunia FIFA 2022: Saya Siap Datang!
StandardLiburan kenaikan kelas bulan Juni dan Juli 1998. Hari-hari saya sebagai anak SMP diisi dengan bergadang nonton pertandingan-pertandingan di Piala Dunia Prancis lewat layar TV, Piala Dunia yang saya ikuti dari awal hingga akhir; berbeda dengan Piala Dunia Amerika Serikat 1994, yang mana ingatan saya sekedar diisi oleh gagalnya penalti Roberto Baggio di final melawan Brazil, tertunduk lesu tatkala tendangannya terlalu tinggi di atas mistar gawang Claudio Taffarel.
Di Piala Dunia Prancis 1998 itulah pertama kalinya saya melihat sekumpulan anak dengan bangga membawa bendera tim nasional masuk ke lapangan sesaat sebelum lagu kebangsaan dikumandangkan. Saya membatin, suatu saat saya mau ada di sana. Harapan yang secara ajaib terkabul 20 tahun kemudian, ketika saya terpilih jadi relawan Piala Dunia Rusia 2018. Saya menjadi salah satu yang beruntung menggenggam bendera raksasa Argentina saat laga melawan Prancis di 16 Besar. Meski tim favorit saya harus gagal melaju ke babak selanjutnya, dan saya hanya bertugas sampai perempat final saja, pengalaman menjadi relawan FIFA sungguh akan selalu saya kenang dan ceritakan.
Continue readingThe Sperms: Ngajak Ajojing Bareng Italy
StandardGais! (ini gue ngomong ke personel The Sperms ceritanya)
Bisa nggak sih kalian tuh jangan bikin single melulu. Harusnya sesuai sama nama band dong, keluarin semua. Satu album. Biar puas. Biar nggak abis nih kosakata saya kepake buat bikin esai nge-review lagu kalian yang rilisnya satu-satu. Ahaha.
Bukan apa-apa. Dulu pas Summer Rocking Darling tayang perdana di YouTube, saya pikir ini bakal jadi pemanasan sebelum menggarap album kedua ye kaaan. Eh taunya, Ochan sang bassist pindah pulau. Oke lah, saya paham kenapa akhirnya kembali menetaskan single Bomb of Silence. Mungkin biar rekamannya juga lebih gampang, Ochan cukup take untuk satu lagu, kirim ke Balikpapan, diracik di Kota Minyak, kelar. Apalagi masih pandemi juga. Cuma kenapa abis itu jadi hobi bikin single lagi? Keterusan weh! (Saya sempat ketemuan sama Ochan dan keluarganya di Semarang btw. Terima kasih sudah diajak keliling kota dan makan enak-enak!)
Continue reading