Merhaba! Mendapat kesempatan ada di ajang internasional, meski hanya sekedar tenaga bantu, tentu tetap memberi pengalaman luar biasa. Saya bisa berkenalan dengan banyak teman dari beragam negara dan mempelajari budaya mereka, serta berinteraksi dengan penonton dari penjuru dunia. Selama hampir satu bulan menjadi relawan FIFA di Qatar, saya memanfaatkan momen itu untuk menjalin percakapan dengan orang baru di setiap kesempatan. Beberapa akan saya ceritakan di tulisan ini.
Hari pertama saya tiba di Barahat Al Janoub, klaster tempat relawan tinggal, Rami Harran menjadi resepsionis yang membantu urusan kunci kamar. Waktu dia bilang teman sekamar saya kayaknya bakal sesama orang Indonesia, saya protes. Saya bilang saya nggak mau udah jauh-jauh ke Qatar, bakal tinggal 5 minggu, trus masih harus ngomong Bahasa Indonesia. Akhirnya sama Rami saya dibikin nggak punya teman sekamar sekalian. Katanya biar saya bosan, trus akhirnya ke luar kamar dan ngobrol pake Bahasa Inggris sama dia. Rami asal Lebanon.
Continue reading